✨Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Bolmong

Sekda Bolmong Dampingi Pangdam XIII/Merdeka Pimpin Panen Raya Padi di Tapadaka Timur

Mirza: Apresiasi Kualitas Beras Bolmong dan Tegaskan Komitmen Ketahanan Pangan

e-berita.com, Bolmong – Panglima Kodam (Pangdam) XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, memimpin Panen Raya Padi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) di areal persawahan Desa Tapadaka Timur, Kecamatan Dumoga Tenggara, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus upaya memperkuat swasembada pangan.

Panen raya tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmong Abdullah Mokoginta yang mewakili Bupati Bolmong, Kapolres Bolmong, Dandim 1303/Bolaang Mongondow, perwakilan Kejaksaan Negeri Kotamobagu, jajaran Koramil, Kepala Cabang Bulog Bolaang Mongondow, Kepala Dinas Pertanian Bolmong, serta unsur Forkopimda dan para pemangku kepentingan di sektor pertanian.

Dalam sambutannya, Mayjen TNI Mirza Agus mengapresiasi kualitas beras yang dihasilkan Kabupaten Bolaang Mongondow. Menurutnya, beras asal Bolmong memiliki cita rasa yang sangat baik dan menjadi salah satu kekuatan daerah dalam mendukung ketahanan pangan di Sulawesi Utara.

Ia menjelaskan, panen raya di Desa Tapadaka Timur mencakup lahan seluas 50 hektare, yang merupakan bagian dari total luas panen padi di Sulawesi Utara mencapai 8.581 hektare, dengan realisasi panen hingga saat ini telah mencapai 6.130 hektare.

“Lahan 50 hektare ini merupakan bagian dari 6.130 hektare yang telah dipanen di Sulawesi Utara. Kami mengucapkan terima kasih kepada para petani yang terus berjuang menjaga ketahanan pangan, khususnya komoditas beras. Kami juga berharap dukungan seluruh jajaran Forkopimda agar program ketahanan pangan ini terus berjalan optimal,” ujar Pangdam.

Menurutnya, capaian sektor pertanian saat ini tidak terlepas dari pembangunan sarana dan prasarana pendukung, terutama jaringan irigasi yang mampu meningkatkan produktivitas lahan pertanian.

Pangdam juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya para petani, untuk menjadikan keberhasilan panen raya sebagai motivasi dalam memperkuat semangat gotong royong membangun bangsa melalui sektor pertanian.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga keberadaan lahan pertanian agar tidak beralih fungsi.

“Jangan sampai terjadi alih fungsi lahan. Pertahankan lahan pertanian yang ada sebagai warisan bagi anak cucu kita. Ketahanan pangan harus dijaga secara berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekda Bolmong Abdullah Mokoginta menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Kodam XIII/Merdeka, atas sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow dalam mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan.

Menurut Abdullah, Kabupaten Bolaang Mongondow merupakan salah satu sentra produksi pangan sekaligus lumbung beras di Sulawesi Utara. Karena itu, pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Yusra Alhabsyi dan Wakil Bupati Dony Lumenta terus berkomitmen meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

“Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program, mulai dari mempermudah akses pupuk bagi petani, pemeliharaan jaringan irigasi, hingga penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna meningkatkan hasil produksi,” kata Abdullah.

Ia berharap perhatian pemerintah yang terus diperkuat melalui kolaborasi bersama TNI dan seluruh pemangku kepentingan mampu meningkatkan kualitas hasil pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan petani di Bolaang Mongondow.

Usai sambutan, Pangdam XIII/Merdeka bersama Sekda Bolmong dan jajaran Forkopimda melakukan panen padi secara simbolis. Pangdam juga berkesempatan mencoba langsung mengoperasikan combine harvester didampingi Kepala Dinas Pertanian Bolmong.

Kegiatan panen raya turut dihadiri pimpinan perangkat daerah, pejabat Kodim 1303/Bolaang Mongondow, Kapolsek Dumoga Utara, camat, sangadi (kepala desa), para penyuluh pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat.

Panen raya tersebut menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan para petani dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional. (rdk)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button