
e-berita.com, Minut – Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menutup kiprahnya pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Utara dengan torehan prestasi membanggakan.
Kafilah Bolsel berhasil membawa pulang lima penghargaan dari ajang bergengsi yang resmi ditutup di Alun-alun Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Airmadidi, Jumat (10/7/2026).
Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi pembinaan generasi Qurani di Bolsel sekaligus mempertegas posisi daerah itu sebagai salah satu kekuatan baru dalam kompetisi MTQ tingkat provinsi.
Pada penutupan MTQ XXXI, Kota Kotamobagu kembali dinobatkan sebagai Juara Umum I. Posisi kedua ditempati Kabupaten Minahasa Utara selaku tuan rumah, sementara Kota Manado berada di peringkat ketiga.
Sementara itu, Kafilah Bolsel sukses mengukir prestasi melalui raihan Terbaik I Cabang Tilawah Al-Qur’an Dewasa Qoriah, Terbaik I Cabang Qiraat Murattal Remaja Qori, Terbaik II Cabang Syarhil Qur’an Putra, Terbaik III Cabang Tilawah Al-Qur’an Dewasa Qori, serta Terbaik III Cabang Hifzhil Qur’an 5 Juz.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Sulawesi Utara yang juga Bupati Bolaang Mongondow Selatan, H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara atas suksesnya penyelenggaraan MTQ XXXI.
Ia menilai seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar berkat kerja sama panitia, dewan hakim, panitera, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang terlibat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, Dewan Hakim, dan Panitera yang telah melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab sehingga MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Utara dapat berlangsung dengan sukses. Selamat kepada Kota Kotamobagu sebagai Juara Umum I, juga kepada Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Manado atas prestasi yang diraih,” ujar Iskandar saat memberikan sambutan pada acara penutupan.

Dalam kesempatan tersebut, Iskandar juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta yang berhasil meraih prestasi agar segera mempersiapkan diri menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional yang akan digelar di Semarang.
“Prestasi di tingkat provinsi adalah awal dari perjuangan yang lebih besar. Para juara harus mempersiapkan diri secara maksimal agar mampu mengharumkan nama Sulawesi Utara di ajang MTQ Nasional,” tegasnya.
Iskandar turut mengungkapkan bahwa LPTQ Provinsi Sulawesi Utara berencana memberikan penghargaan kepada Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, sebagai Tokoh Moderasi Beragama. Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas komitmen dan dukungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam menyukseskan penyelenggaraan MTQ XXXI.
Ia juga mengisyaratkan pelaksanaan MTQ Provinsi Sulawesi Utara berikutnya berpeluang digelar di Kota Manado atau Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), bergantung pada kesiapan masing-masing daerah sebagai tuan rumah.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Asisten I Sekretariat Daerah menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaan atas kepercayaan menjadi tuan rumah MTQ XXXI.
Menurutnya, penyelenggaraan MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadi simbol kuatnya kerukunan umat beragama serta semangat toleransi yang terus terjaga di Provinsi Sulawesi Utara. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan masih terdapat kekurangan.
Menutup rangkaian kegiatan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, H. Ulyas Taha, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota, LPTQ, panitia, dewan hakim, dan seluruh peserta yang telah menyukseskan pelaksanaan MTQ XXXI.
Ia menegaskan bahwa seluruh hasil perlombaan merupakan keputusan final yang ditetapkan secara objektif berdasarkan penilaian Dewan Hakim sesuai standar nasional. Karena itu, ia mengajak seluruh pemerintah daerah bersama LPTQ terus memperkuat pembinaan qari, qariah, hafiz, dan hafizah sebagai persiapan menghadapi MTQ Tingkat Nasional.
Dengan raihan lima penghargaan tersebut, Kafilah Bolaang Mongondow Selatan diharapkan semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan tilawah dan hafalan Al-Qur’an, sekaligus melahirkan generasi Qurani yang mampu mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat nasional. (**/rdk)



