✨Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Bolsel

Bupati Iskandar Kamaru Tekankan Kolaborasi Jaga Koridor Hidupan Liar Tanjung Binerean

e-berita.com, Bolsel – Persoalan lingkungan tidak hanya menyangkut apa yang tampak di permukaan, tetapi juga potensi sumber daya yang terkandung di dalamnya. Karena itu, diperlukan solusi konkret melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian tetap terjaga.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Bolaang Mongondow Selatan, Iskandar Kamaru, dalam pertemuan tahunan Forum Kolaborasi Pengelolaan Koridor Hidupan Liar Tanjung Binerean yang digelar di Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Rabu (25/2/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah evaluasi sekaligus penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam pengelolaan kawasan koridor hidupan liar Tanjung Binerean. Kawasan tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di wilayah Bolaang Mongondow Selatan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Iskandar mengungkapkan bahwa wilayah Bolsel kini telah masuk dalam kategori kawasan dengan nilai konservasi tinggi. Status tersebut, kata dia, akan segera ditindaklanjuti ke tingkat nasional melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Wilayah kita memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, baik di sektor pertambangan maupun perkebunan. Ini menjadi tantangan tersendiri dalam memastikan pembangunan tetap berjalan tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan,” ujar Iskandar.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan saat ini tengah menyusun Peraturan Daerah (Perda) tentang perlindungan kawasan konservasi berbasis masyarakat. Regulasi tersebut diharapkan menjadi payung hukum dalam memperkuat peran warga sekitar kawasan dalam menjaga ekosistem.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga berencana menjalin kerja sama dengan PT J Resources Bolaang Mongondow (PT JRBM) dalam program penanaman pohon. Program ini ditargetkan mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara (BKSDA Sulut) menyampaikan pihaknya akan melakukan penyesuaian sejumlah regulasi agar kawasan konservasi dapat selaras dengan koridor pemanfaatannya. Evaluasi menyeluruh, termasuk pembentukan tim khusus, akan dilakukan guna mengkaji kebijakan serta langkah teknis ke depan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Bolsel Ir. Ariffin Olii, jajaran pejabat tinggi pratama pemerintah daerah, para camat dan sangadi di sekitar koridor, serta mitra kolaborasi dan pemerhati lingkungan.

Melalui forum ini, pemerintah daerah berharap terbangun komitmen bersama dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian, sehingga koridor hidupan liar Tanjung Binerean tetap lestari bagi generasi mendatang. (rdk)

Related Articles

Back to top button