18 Tahun Bolsel: Jejak Capaian, Semangat Gotong Royong Menatap Masa Depan

e-berita.com, Bolsel – Delapan belas tahun lalu, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) lahir sebagai daerah otonom dengan berbagai keterbatasan. Berada di wilayah paling selatan Sulawesi Utara, Bolsel pernah dikenal sebagai daerah terluar, terpencil, dan tertinggal.
Namun, perjalanan waktu mengubah wajah daerah ini. Kini, Bolsel tampil sebagai salah satu kabupaten yang terus menorehkan capaian pembangunan dan prestasi di tingkat regional maupun nasional.
Semangat itulah yang mewarnai Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan yang digelar di Alun-alun Bolsel, Kecamatan Bolaang Uki, Selasa (21/7/2026).
Bupati Bolsel H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si., didampingi Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid, memimpin langsung upacara sekaligus menyampaikan refleksi perjalanan pembangunan daerah yang dinilainya menjadi fondasi untuk melangkah menuju masa depan yang lebih maju.
Dalam amanatnya, Iskandar menegaskan bahwa peringatan HUT bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat tekad seluruh elemen masyarakat dalam membangun Bolsel yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.
“Bolsel adalah milik kita bersama. Karena itu, menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan memajukan daerah yang kita cintai ini,” ujar Iskandar.
Menurutnya, selama 18 tahun berdiri sebagai daerah otonom, Bolsel telah mengalami transformasi yang signifikan. Berbagai indikator pembangunan menunjukkan tren positif yang menjadi bukti nyata kerja keras pemerintah bersama seluruh masyarakat.
Bupati memaparkan, pertumbuhan ekonomi Bolsel pada tahun 2025 mencapai 4,92 persen. Sementara angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 10,52 persen, bahkan kemiskinan ekstrem berhasil diturunkan hingga nol persen. Di sisi lain, kualitas hidup masyarakat juga terus meningkat yang tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 70,54.
Keberhasilan tersebut, kata Iskandar, turut diperkuat dengan tata kelola pemerintahan yang semakin baik. Pemkab Bolsel kembali mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI selama 12 tahun berturut-turut, sebagai bukti konsistensi dalam mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel.
Meski di tengah tantangan efisiensi anggaran, lanjutnya, pemerintah daerah tetap mampu menjalankan berbagai program prioritas yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sejumlah program strategis yang berhasil direalisasikan antara lain pembangunan infrastruktur dasar, penguatan ketahanan pangan, peningkatan pelayanan kesehatan melalui RSUD Bolsel yang kini telah berstatus Rumah Sakit Tipe C, relokasi warga terdampak erupsi Gunung Ruang di Desa Modisi, hingga pembangunan Kampung Tematik Ideal di Desa Motandoi Selatan sebagai kawasan permukiman yang lebih layak dan tertata.
Iskandar menegaskan, seluruh capaian tersebut tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, TNI-Polri, aparatur sipil negara, para pemangku kepentingan, serta masyarakat yang terus menjaga semangat gotong royong.
“Pencapaian ini adalah hasil kerja bersama. Oleh karena itu, kebersamaan dan kolaborasi harus terus dipertahankan untuk menghadapi tantangan pembangunan ke depan,” katanya.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam memperjuangkan kepastian status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun PPPK Paruh Waktu, agar memperoleh hak dan kepastian sesuai ketentuan yang berlaku.
Tak hanya memaparkan capaian, Iskandar turut mengungkapkan langkah strategis yang tengah dipersiapkan Pemkab Bolsel melalui penjajakan kerja sama Sister City dengan salah satu kota di Jepang.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat budidaya perikanan lobster dan tuna, membuka peluang magang bagi sekitar 200 pemuda Bolsel di Jepang, mendukung pembangunan infrastruktur dasar seperti penyediaan air bersih dan jalan, memperkuat sektor pertanian, serta mengembangkan potensi pariwisata daerah.
“Inisiatif ini diharapkan mampu menarik investasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas lapangan kerja, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bolsel,” ungkapnya.
Rangkaian peringatan HUT ke-18 Kabupaten Bolsel ditutup dengan pemotongan kue ulang tahun oleh Bupati Iskandar Kamaru bersama Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid, Ketua TP-PKK Ny. Hj. Selpian Kamaru, serta Sekretaris TP-PKK Ny. Rosdiana Abdul Hamid.
Suasana penuh kehangatan kemudian berlanjut dengan penyerahan santunan kepada masyarakat dan pemberian piagam penghargaan kepada para pemenang berbagai lomba sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah.
Di usia yang ke-18, Bolsel tidak lagi hanya merayakan perjalanan waktu. Daerah ini tengah menegaskan arah baru pembangunan—menjadikan semangat gotong royong sebagai kekuatan utama untuk melangkah menuju kabupaten yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera. (**/rdk)



