Antisipasi Penyakit Pascabanjir, Dinkes Bolmong Lakukan Fogging di Wilayah Terdampak

e-berita.com, Bolmong – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bergerak cepat mengantisipasi potensi munculnya berbagai penyakit pascabanjir dengan melaksanakan pengasapan atau fogging massal di sejumlah wilayah terdampak bencana.
Kegiatan fogging difokuskan di Desa Solimandungan I dan Desa Solimandungan II, Kecamatan Bolaang, yang merupakan dua desa dengan tingkat dampak paling parah akibat banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Bolmong, I Ketut Kolak, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya preventif pemerintah daerah untuk mencegah berkembangnya penyakit yang berpotensi muncul setelah bencana, terutama penyakit yang ditularkan melalui vektor nyamuk.
“Fogging ini kami lakukan sebagai langkah antisipasi untuk menekan risiko penyebaran penyakit, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD), yang rentan meningkat setelah banjir akibat banyaknya genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” ujar I Ketut Kolak.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Dinkes Bolmong menurunkan enam unit mesin fogging yang disebar di sejumlah titik permukiman warga di kedua desa terdampak.
Menurutnya, upaya pencegahan tidak hanya dilakukan melalui pengasapan, tetapi juga dibarengi dengan edukasi kesehatan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera membersihkan lingkungan sekitar rumah, menguras dan menutup tempat penampungan air, serta membuang barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan. Pencegahan penyakit pascabanjir membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat,” katanya.
Selain DBD, I Ketut Kolak mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap sejumlah penyakit lain yang kerap muncul setelah banjir, seperti diare, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyakit kulit, hingga leptospirosis.
“Pascabanjir biasanya terjadi peningkatan risiko berbagai penyakit. Karena itu kami terus melakukan pemantauan kesehatan masyarakat dan memastikan layanan kesehatan tetap siap memberikan penanganan jika ditemukan kasus di lapangan,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Bolmong berharap langkah cepat yang dilakukan melalui fogging massal dan edukasi kesehatan tersebut dapat meminimalisasi risiko terjadinya wabah penyakit di wilayah terdampak, sekaligus mempercepat proses pemulihan kondisi masyarakat pascabencana. (rdk)



