Sekda Bolsel: Kepala Sekolah Dipilih dan Dievaluasi Berdasarkan Kompetensi, Bukan Kompromi

e-berita.com, Bolsel – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar Asesmem Kepala Satuan Pendidikan Jenjang SD dan SMP tahun 2026, bertempat di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulut di Manado, Selasa (03/01/2026)
Asesmen tersebut sebagai bagian dari penguatan tata kelola pendidikan daerah, serta menjadi langkah strategis dalam memastikan penugasan kepala sekolah berjalan sesuai regulasi dan standar profesionalisme.
Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris daerah (Sekda) Marzanzius Arvan Ohy SSTP, MAP, dan dihadiri Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulut Febry Dien, Kepala Disdikbud, Hj. Rante Hattani S.Pd, M.Si, serta para peserta dari jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Bolsel.
Menyampaikan sambutan Bupati, Sekda Bolsel menegaskan bahwa kepemimpinan sekolah harus dikembalikan pada standar kompetensi dan profesionalisme.
“Kepala sekolah harus dipilih dan dievaluasi berdasarkan kompetensi, bukan kompromi. Jabatan pendidikan bukan ruang coba-coba, melainkan amanah profesional yang menentukan arah masa depan sekolah,” tegas Arvan.
Panglima ASN tersebut juga menekankan bahwa asesmen ini merupakan langkah awal untuk menilai kualitas kepemimpinan kepala sekolah secara objektif.
“Hasil asesmen ini akan menjadi dasar untuk menilai apakah kompetensi kepala sekolah meningkat atau justru menurun, serta menjadi syarat awal kelayakan dalam mengemban amanah jabatan,” tuturnya seraya mengingatkan bahwa sekolah yang sehat adalah sekolah yang tertata dari dalam dan dipimpin dengan integritas.
“Sekolah yang baik bukan yang tampak sibuk dari luar, tetapi yang tertata dari dalam, dipimpin dengan kompetensi dan dijalankan dengan integritas,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kabupaten Bolsel Hj. Rante Hattani SPd, M.Si dalam laporan kegiatan menyampaikan bahwa asesmen ini dilaksanakan sebagai amanat regulasi nasional dan kebutuhan peningkatan mutu kepemimpinan sekolah.
“Asesmen bertujuan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan kepala sekolah, memberikan umpan balik untuk pengembangan kepemimpinan, serta meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan satuan pendidikan,” jelasnya.
Ia juga melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 94 kepala sekolah, terdiri dari 73 kepala SD dan 21 kepala SMP, dan dilaksanakan selama enam hari, mulai 2 hingga 7 Februari 2026, dengan pembiayaan bersumber dari Dana BOSP dan DPA Disdikbud Kabupaten Bolsel Tahun Anggaran 2026.
”Peserta kegiatan berjumlah 94 orang, yang terdiri dari 73 Kepala Sekolah SD dan 21 Kepala Sekolah SMP,” sebutnya di hadapan Kepala BPMP Sulut Febry Dien dan jajaran, para pejabat tinggi pratama Pemda, serta para peserta kegiatan.(rdk)



