✨Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Bolmong

Dari Janji Kampanye Menjadi Nyata: Yusra-Don Kucurkan Bantuan Modal Usaha Rp 2,5 Juta Bagi Pelaku UMKM di Bolmong

e-berita.com, Bolmong – Di tengah semangat peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di halaman Kantor Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Senin (01/06/2026), harapan baru tumbuh bagi ribuan pelaku usaha kecil di daerah ini.

Usai pelaksanaan upacara, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow di bawah kepemimpinan Bupati Yusra Alhabsyi dan Wakil Bupati Dony Lumenta (Yusra-Don) secara simbolis menyerahkan bantuan modal usaha kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Program Tenaga Kerja Mandiri (TKM).

Bagi sebagian masyarakat, bantuan tersebut bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran. Program ini menjadi bukti nyata bahwa janji kampanye yang pernah disampaikan kepada masyarakat kini mulai diwujudkan satu per satu.

Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian pelaku usaha kecil, kehadiran program bantuan modal ini menjadi angin segar untuk memperkuat usaha yang telah mereka rintis dan kembangkan selama ini.

Bupati Bolmong, Yusra Alhabsyi, menegaskan bahwa penguatan sektor UMKM merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari tingkat bawah.

“Sejak awal kami berkomitmen bahwa pembangunan daerah harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu caranya adalah memperkuat pelaku UMKM yang selama ini menjadi penggerak ekonomi rakyat. Program bantuan modal usaha ini merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil agar usaha mereka berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Bupati Yusra.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Kami ingin masyarakat menjadi lebih mandiri, memiliki usaha yang berkembang, membuka lapangan pekerjaan baru, dan pada akhirnya meningkatkan perekonomian daerah secara keseluruhan. Karena itu program ini akan terus kami evaluasi dan kembangkan agar manfaatnya semakin luas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bolmong, Abdurivai Mokoagow, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bolmong telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,7 miliar untuk Program Tenaga Kerja Mandiri pada tahun 2026.

Anggaran tersebut ditujukan kepada 1.911 penerima manfaat yang merupakan pelaku usaha mandiri dan usaha kecil yang telah memenuhi persyaratan administrasi serta lolos verifikasi lapangan.

“Penerima bantuan adalah masyarakat yang menjalankan usaha secara mandiri dan tergolong usaha kecil. Program ini terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat yang memiliki usaha dan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan,” jelas Abdurivai.

Pria yang akrab disapa Rivai itu menegaskan bahwa seluruh proses penyaluran dilakukan secara transparan dan akuntabel. Dana bantuan akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Ia juga mengingatkan agar bantuan yang diterima benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan usaha, seperti pembelian peralatan maupun bahan baku yang dapat menunjang pengembangan usaha.

“Dana yang sudah diterima harus segera digunakan untuk membeli barang atau bahan sesuai kebutuhan usaha masing-masing agar manfaat program ini benar-benar dirasakan oleh penerima,” tegasnya.

Lebih jauh, Rivai mengungkapkan bahwa jumlah penerima bantuan masih berpeluang bertambah pada tahun ini. Pemerintah daerah berencana mengusulkan tambahan anggaran melalui APBD Perubahan 2026.

“Data penerima saat ini sebanyak 1.911 orang. Ke depan kami merencanakan penambahan sekitar 1.000 penerima lagi melalui APBD Perubahan, sehingga total penerima manfaat tahun ini diproyeksikan mencapai 2.911 orang,” ungkapnya.

Jika rencana tersebut terealisasi, maka semakin banyak pelaku usaha kecil yang akan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan usahanya. Di tengah upaya pemulihan dan penguatan ekonomi daerah, program ini diharapkan menjadi salah satu instrumen penting dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bolaang Mongondow.

Bagi ribuan pelaku UMKM, bantuan modal usaha ini bukan sekadar program pemerintah. Ia menjadi simbol hadirnya negara di tengah masyarakat, sekaligus harapan bahwa usaha kecil yang mereka bangun hari ini dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang lebih besar di masa depan. (**/rdk)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button