e-berita.com, Manado – Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., melakukan kunjungan kerja ke Manado, Sulawesi Utara. Dalam agenda tersebut, Menag menghadiri sekaligus melaunching Kampus Moderasi Beragama di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) yang digelar di Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, Rabu (24/12/2025)
Dalam kegiatan itu, Menag Nasaruddin Umar didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay, Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi, Rektor IAIN Manado, serta Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado.
Launching Kampus Moderasi Beragama ini menjadi bagian dari komitmen bersama antara Pemkab Bolmong dan Kementerian Agama dalam memperkuat nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi Utara.
Pada momentum tersebut, Menteri Agama juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow terkait penundaan agenda kunjungan ke daerah tersebut. Kunjungan ke Bolmong sebelumnya dijadwalkan untuk peresmian sekaligus peletakan batu pertama pembangunan Kampus Moderasi Beragama IAIN Manado dan IAKN Manado di Bolmong.
Penjelasan mengenai penundaan itu disampaikan langsung oleh Menag kepada awak media usai menghadiri launching di Manado. Ia menegaskan bahwa penundaan tersebut murni disebabkan oleh kendala teknis dan keterbatasan waktu, bukan karena faktor lain.
“Batalnya kunjungan ke Bolaang Mongondow karena dua hal. Yang pertama terkait transportasi. Kami memiliki banyak agenda dan hari ini pesawat tidak terbang, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan,” ujar Nasaruddin Umar.
Selain faktor transportasi udara, Menag menjelaskan bahwa padatnya agenda kementerian di Kota Manado menjadi pertimbangan utama. Jarak tempuh darat dari Manado menuju Kabupaten Bolaang Mongondow yang memakan waktu cukup lama juga dinilai tidak memungkinkan untuk ditempuh dalam waktu terbatas.
“Kalau perjalanan darat dari Manado ke Bolaang Mongondow membutuhkan sekitar empat jam. Itu berarti delapan jam pulang-pergi. Dengan waktu yang sangat terbatas, hal tersebut tidak memungkinkan,” jelasnya.
Menag menegaskan bahwa penundaan tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan persoalan lain di luar teknis pelaksanaan agenda.
“Bukan karena ada masalah. Ini murni kendala teknis dan pengaturan waktu,” tegasnya.
Meski demikian, Nasaruddin Umar memastikan bahwa agenda kunjungan ke Kabupaten Bolaang Mongondow akan dijadwalkan kembali pada waktu mendatang.
“Nanti akan dijadwalkan kembali kunjungan ke sana,” pungkasnya.
Sebagai informasi, pembangunan Kampus Moderasi Beragama di Kabupaten Bolaang Mongondow merupakan proyek strategis Pemkab Bolmong berkolaborasi dengan Kementerian Agama yang dirancang sebagai pusat penguatan nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Utara, khususnya di Bolaang Mongondow Raya (BMR) dan daerah sekitarnya. (rdk)


