Masuk Radar Kementan, Bolmong Bersiap Jadi Pilar Pengembangan Bioetanol Nasional

e-berita.com, Bolmong – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) resmi dibidik pemerintah pusat untuk menjadi salah satu pilar pengembangan energi terbarukan berbasis pertanian nasional.
Hal ini menyusul diundangnya Bupati Bolmong, Yusra Alhabsyi, SE, M.Si dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pengembangan Bioetanol yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Melalui juru bicara Pemkab Bolmong, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bolmong, Marief Mokodompit mengonfirmasi bahwa pertemuan strategis tersebut membahas pemanfaatan komoditas lokal seperti tebu, jagung, dan ubi kayu untuk disulap menjadi bahan baku utama bioetanol.
“Keterlibatan Bolmong dalam program ini membuka peluang besar bagi pengembangan sektor pertanian sekaligus penyediaan energi alternatif di daerah. Data lahan yang kami siapkan akan menjadi basis kebijakan pusat dalam mengeksekusi program nasional ini,” ujar Marief dalam press release, Selasa (22/9/2026).
Marief menambahkan, undangan resmi dari Kementan ini dilayangkan melalui surat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Nomor B-3961/TU.020/A/09/2026 tertanggal 18 September 2026.
Dalam rakor yang dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian tersebut, Kementan menginstruksikan para kepala daerah yang hadir untuk segera memetakan dan menyiapkan data konkret mengenai luas lahan potensial di wilayah masing-masing.
Data ini nantinya akan digunakan untuk budidaya ketiga komoditas penopang bioetanol tersebut. Menariknya, Bolmong menjadi salah satu daerah strategis yang diperhitungkan di kawasan Indonesia Timur.
Dalam forum berskala nasional tersebut, Yusra Alhabsyi hadir bersama Bupati Minahasa Utara sebagai perwakilan resmi dari Provinsi Sulawesi Utara, bersanding dengan puluhan kepala daerah terpilih lainnya dari seluruh Indonesia.
Langkah ini diharapkan dapat memacu roda perekonomian petani lokal di Bolmong melalui hilirisasi komoditas pertanian menjadi produk energi hijau yang bernilai jual tinggi. (rdk)



