e-berita.com, Bolsel — Jelang Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, nama Harmin Manoppo muncul sebagai salah satu figur yang digadang-gadang bakal maju dalam bursa bakal calon ketua.
Kemunculan namanya dianggap membawa warna baru, terutama karena rekam jejak panjangnya sebagai aktivis PMII dan karier birokrasi yang kini tengah berada pada titik strategis.
Harmin Manoppo dikenal sebagai mantan aktivis PMII yang aktif dalam berbagai gerakan intelektual dan sosial pada masa mahasiswa. Jiwa organisasinya mengakar kuat, dan sejumlah koleganya menilai karakter kepemimpinan Harmin dibentuk dari kultur diskusi, advokasi, dan kerja-kerja pemberdayaan yang menjadi ciri khas PMII.
Setelah menyelesaikan masa aktivisme kampus, Harmin memilih jalan pengabdian di jalur birokrasi. Kariernya menanjak konsisten, dimulai dari jabatan-jabatan struktural di kecamatan hingga kemudian dipercaya memimpin wilayah sebagai Camat Posigadan. Kepemimpinannya di tingkat kecamatan dikenal adaptif dan dekat dengan masyarakat, membuatnya mendapat citra sebagai birokrat yang mengerti dinamika sosial di akar rumput.
Saat ini Harmin tercatat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bolsel, salah satu jabatan strategis yang menuntut kemampuan analisis, komunikasi lintas sektor, serta manajemen politik daerah. Perpaduan latar belakang aktivisme dan birokrasi inilah yang membuat sebagian kalangan alumni PMII melihatnya sebagai figur yang “lengkap”—memiliki pengalaman gerakan sekaligus memahami manajemen pemerintahan.
Meski belum menyatakan secara resmi kesediaannya maju, sejumlah alumni PMII di Bolsel kabarnya telah melakukan komunikasi intens mendorong Harmin agar tampil. Mereka menilai Muscab yang akan digelar 19 Desember 2025 mendatang, memerlukan figur yang tidak hanya memahami ideologi Aswaja, roh gerakan PMII, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial dalam membangun jejaring dan memperkuat peran alumni.
Nama Harmin pun mulai menguat dalam berbagai diskusi internal. Beberapa tokoh senior menyebut bahwa pengalaman Harmin bekerja di lingkungan Kesbangpol menjadi nilai tambah karena posisinya bersentuhan langsung dengan isu-isu strategis kebangsaan, demokrasi, hingga pembinaan organisasi kemasyarakatan.
Muscab IKA-PMII Bolsel tahun ini diprediksi akan menjadi momentum pembaharuan organisasi. Banyak pihak menginginkan IKA-PMII tidak hanya menjadi wadah silaturahmi alumni, tetapi juga memainkan peran lebih besar dalam pembangunan daerah, baik lewat advokasi kebijakan, penguatan SDM, maupun partisipasi dalam ruang publik.
Dalam konteks itu, sosok seperti Harmin Manoppo dinilai dapat menjembatani semangat aktivisme dan birokrasi secara seimbang. Jika benar maju, ia diperkirakan akan membawa gagasan penguatan kelembagaan serta pembukaan ruang kolaborasi antargenerasi alumni.
Untuk saat ini, para alumni menunggu sikap resmi Harmin. Namun dinamika menjelang Muscab dipastikan akan semakin menarik, terutama dengan munculnya nama-nama potensial yang siap bersaing secara sehat demi kemajuan organisasi. (rdk)


