e-berita.com, Bolsel – Menghadiri rapat evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselengarakan Pemprov Sulut, Wakil Bupati (Wabup) Bolsel, Deddy Abdul Hamid tegaskan kesiapan serta dukungan daerah akan suksesnya program nasional tersebut.

Rapat yang berlangsung di Ruang C.J. Ranting Kantor Gubernur Sulut itu, dipimpin oleh Wakil Gubernur (Wagub) DR. Victor J. Mailangkay S.H, M.H dan dihadiri pimpinan daerah se-Sulut, serta pihak dari Badan Gizi Nasional (BGN) serta OPD teknis terkait, pada Sabtu, (04/10/2025)
Evaluasi ini juga menjadi bagian dari menyamakan persepsi terhadap percepatan pelaksanaan program MBG di Provinsi Sulut.
Wakil Bupati Bolsel, Deddy Abdul Hamid dalam rapat tersebut menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan ini.
Ia mengatakan, mengingat teknis pelaksanaan MBG di daerah sangat krusial, terutama terkait kesiapan SDM dan kualitas pelayanannya, sehingga diperlukan formulasi yang baik dalam mengatasi semua kendala tersebut.

“Semua itu demi meksimalnya program tersebut,” kata Deddy Abdul Hamidm
Ko Deddy sapaan akrab Wabup Bolsel dua periode itu juga turut menegaskan akan komitmen Kabupaten Bolsel dalam suksesnya program MBG ini.
“Kami di Bolsel saat ini sudah siap dan sedang berproses. Kemarin Bapak Bupati baru saja melakukan peninjauan dapur serta proses distribusi MBG di Kecamatan Posigadan,” tambahnya.
Terkait dengan dua wilayah di Bolsel yang masuk daerah kategori 3T (Terdepan, Tertinggal dan Terluar), Wabup pun mengonfirmasi bahwa setelah dilakukan verifikasi, dua wilayah tersebut tidak lagi masuk dalam kategori tersebut karena sudah dapat diakses.
“Dua wilayah itu kini sudah bisa diakses lewat darat menggunakan kendaraan, baik roda dua dan roda empat,” ungkap Wabup.

Sebelumnya, Wagub Sulut, DR. Viktor J. Mailangkay, SH. M.H menekankan pentingnya fokus pada identifikasi daerah yang masih masuk kategori 3T, khususnya daerah kepulauan, pesisir, dan pegunungan.
“Penanganan MBG di daerah 3T memiliki prosedur yang sedikit berbeda dengan daerah lain, sehingga fokus ini sangat krusial,” Tegas Wagub.
Selain itu, Viktor Mailangkay menegaskan bahwa Sulawesi Utara harus menjadi pelaksana terdepan terkait program besutan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini.
“Kita harus ikut mensosialisasikan bahwa ini merupakan program penting untuk mencerdaskan, menyehatkan anak-anak Indonesia,” ujar Wagub.
Wagub mengungkapkan, Pemerintah Pusat menargetkan pada November nanti, program BMG ini sudah melayani 82 juta siswa penerima manfaat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dan diskusi yang dipimpin oleh Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III Badan Gizi Nasional (BGN),Rudi Setiawan, S.IP, M.HAN.

Ia menggarisbawahi bahwa standar higienis serta kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pelayanan menjadi kunci utama dalam suksesnya pelaksanaan MBG, terlebih khusus di daerah 3T.
“Untuk pelaksanaan MBG di daerah 3T, ada standar operasional prosedur (SOP) tersendiri. Daerah 3T yang siap melaksanakan program harus melapor ke Satgas dan memenuhi standar teknis yang ditetapkan,” kata Rudi
Ia berharap, untuk Kabupaten dan Kota se Sulut agar segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) guna percepatan pelaksanaan program nasional ini di daerah. (***/rdk)


