e-berita.com, Bolsel – Suasana berbeda terasa pagi itu, Kamis (25/9/2025), di Desa Soguo, Kecamatan Bolaang Uki. Ratusan tamu dari berbagai unsur berkumpul dalam satu semangat Launching Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG), inisiatif gizi nasional yang kini resmi hadir di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).
Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.50 WITA ini menjadi momen penting dalam perjalanan program nasional Presiden RI yang bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi pelajar sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal.
Proyek Gizi, Ekonomi, dan Pemberdayaan
Program MBG yang digawangi oleh Yayasan Sederhana Bangkit Sejahtera ini dipimpin langsung oleh Halilintar Kadullah, dengan dukungan mitra Zulkifli Mundook.
Dapur MBG Desa Soguo akan melayani sekitar 3.000 siswa dari 27 sekolah yang tersebar di wilayah Bolaang Uki, mulai dari PAUD hingga SMA. Makanan akan diantarkan ke sekolah-sekolah oleh empat petugas pengantar setiap harinya. Penyuplai bahan pokok program ini dipercayakan kepada tiga mitra lokal: CV. Sederhana, CV. Alfa Tania, dan CV. Mini Market.
“Yang menjadi fokus utama adalah kelayakan, kehigienisan, dan kandungan gizi dari makanan yang disajikan,” tegas Muhammad Pidra Hasani, Kepala SPPG Dapur Soguo, dalam sambutannya.
Pidra juga menyampaikan bahwa kesiapan dapur telah mencapai 100 persen, mulai dari peralatan, SDM, hingga pendataan penerima manfaat. Namun, pelaksanaan program masih menunggu pencairan anggaran dari pusat. Target peluncuran operasional harian program ini direncanakan pada 29 September 2025.
Antusiasme dan Dukungan dari Berbagai Pihak
Acara peluncuran turut dihadiri perwakilan dari berbagai elemen pemerintahan dan masyarakat. Hadir di antaranya, Basri Sutrimo (Kadis Koperasi UMKM), IPDA Yoan (Wakapolsek Bolaang Uki), Musliem Gobel (Sekcam Bolaang Uki), Jerry Tuuh (Kepala Cabang Bank SulutGo) serta Para tokoh masyarakat dan tokoh agama se-Kecamatan Bolaang Uki
Dalam sambutannya, Sekcam Bolaang Uki, Musliem Gobel, menyampaikan bahwa Kecamatan Bolaang Uki menjadi daerah pertama di Bolsel yang menjalankan program MBG. Ia mengapresiasi langkah cepat Yayasan Bangkit Sederhana dalam mengambil peran strategis sebagai pelaksana program.
“Program ini tidak hanya soal makan gratis. Ini soal masa depan generasi kita, soal kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak, sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar dapur MBG,” ujarnya.
Koordinasi Jadi Kunci, Data Harus Valid
Meski program telah siap dijalankan, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah ketidaksesuaian data penerima manfaat akibat beberapa siswa belum terdaftar di sistem Dapodik.
M. Iqsar Wailiyu, perwakilan SPPI Batch 3, mengingatkan bahwa keakuratan data sangat penting agar tidak terjadi kesalahan sasaran.
“Kita tidak ingin ada siswa yang berhak justru tidak mendapatkan makanan karena data tidak sinkron,” jelasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya komunikasi antara pihak dapur MBG dan sekolah-sekolah. Untuk itu, setiap dapur dilengkapi fasilitas seperti kantor SPPG, ruang akuntansi, ahli gizi, dan asisten lapangan untuk memastikan kelancaran program.
Langkah Awal Menuju Masa Depan Lebih Sehat
Dapur MBG Desa Soguo adalah satu dari 25 dapur MBG yang sudah resmi beroperasi di Sulawesi Utara. Keberadaan dapur ini bukan hanya tentang makanan, tapi juga tentang harapan: agar tidak ada lagi anak sekolah yang datang belajar dalam keadaan lapar, dan agar ekonomi desa turut bergerak karena program ini.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan penuh dari berbagai elemen, program ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun generasi sehat, cerdas, dan sejahtera di Bolsel. (*/rdk)


