✨Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Bolmong

Bupati Yusra Alhabsyi Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Bolmong Tertinggal dari Akses Pendidikan

e-berita.com, Bolmong – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) memperkuat komitmen mewujudkan layanan pendidikan yang merata, berkualitas, dan bebas diskriminasi.

Melalui Dinas Pendidikan, pemerintah daerah mendorong penerapan pendidikan inklusif di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) guna memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang setara, tanpa terkecuali.

Komitmen tersebut ditandai dengan dibukanya secara resmi Kegiatan Pendidikan Inklusif bagi Tenaga Kependidikan Jenjang SMP oleh Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi, S.E., M.Si., didampingi Kepala Dinas Pendidikan Bolmong, Irlansyah Mokodompit, S.P., di Gedung Lembah Bening, Kotamobagu, Senin (2/11/2026).

Mengusung tema “Mewujudkan Sekolah Ramah Anak, Ramah Disabilitas dan Tanpa Diskriminasi”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun lingkungan pendidikan yang mampu mengakomodasi keberagaman serta memenuhi hak setiap anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkeadilan.

Dalam sambutannya, Bupati Yusra menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945. Karena itu, tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena kondisi fisik, mental, intelektual, maupun latar belakang sosial-ekonomi.

“Tidak boleh ada satu pun anak di Kabupaten Bolaang Mongondow yang tertinggal atau terpinggirkan dari akses pendidikan hanya karena keterbatasan fisik, mental, intelektual, maupun hambatan sosial-ekonomi. Jargon ‘Pendidikan untuk Semua’ bukan lagi sekadar semboyan, melainkan sebuah kewajiban yang harus kita wujudkan bersama di tingkat SMP,” tegas Yusra.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan inklusif tidak cukup hanya dengan menghadirkan kebijakan, tetapi harus diwujudkan melalui perubahan pola pikir, sikap, serta praktik pembelajaran di lingkungan sekolah.

Dalam hal ini, tenaga pendidik dan kependidikan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh peserta didik.

Bupati pun menitipkan tiga pesan penting kepada para tenaga pendidik. Pertama, menghilangkan stigma negatif terhadap anak berkebutuhan khusus dengan tidak memandang mereka sebagai beban dalam proses pembelajaran.

Kedua, meningkatkan kompetensi dan kapasitas profesional, khususnya dalam menerapkan metode pembelajaran berdiferensiasi yang disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan masing-masing peserta didik.

Ketiga, membangun komunikasi dan kolaborasi yang intensif dengan orang tua guna menciptakan ekosistem pendidikan yang suportif, sekaligus memastikan setiap anak terlindungi dari segala bentuk perundungan atau bullying.

Untuk memperkuat pemahaman dan kapasitas peserta, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan, yakni Alex Herru Assa, S.Pd., M.Pd., dan Dantje Daud Taula, S.Pd., M.Pd.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Bolmong berharap tenaga kependidikan semakin memahami prinsip dan implementasi pendidikan inklusif, sehingga mampu menghadirkan layanan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menghargai potensi, kebutuhan, dan keberagaman setiap peserta didik.

Dengan semangat “Bersama dalam Keberagaman Menuju Pendidikan yang Berkualitas”, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk membangun sistem pendidikan yang lebih terbuka, ramah disabilitas, dan berkeadilan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Bolaang Mongondow yang JUARA. (rdk)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button