
e-berita.com, Manado – Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Dr. (Cand.) H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si., masuk dalam bursa calon Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Utara periode 2026–2031.
Keikutsertaannya menjadi salah satu bagian dari dinamika Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-X KAHMI dan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-II Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Sulawesi Utara yang resmi dibuka di Ruang Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Manado.
Muswil yang mengusung tema “Reposisi Peran KAHMI, Dorong Kedaulatan Sulut Melaju” tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi alumni HMI untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menentukan arah kepemimpinan, sekaligus merumuskan kontribusi strategis bagi pembangunan daerah.
Berdasarkan Surat Keputusan Panitia Seleksi Calon Presidium KAHMI Sulut Nomor 5/KPTS/Pansel/X/X/2026, sebanyak 15 nama ditetapkan sebagai kontestan calon Presidium KAHMI Sulawesi Utara periode 2026–2031. Bupati Iskandar Kamaru turut hadir mengikuti pembukaan kegiatan bersama jajaran Forkopimda Sulut, Ketua PSI sekaligus mantan Wali Kota Kotamobagu, Ir. H. Tatong Bara, perwakilan KPU dan Bawaslu Sulut, Presidium KAHMI Gorontalo, serta ratusan kader dan alumni KAHMI-FORHATI dari berbagai kabupaten dan kota.
Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Sulut, H. Suardi Hamzah, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan Muswil kali ini memiliki keistimewaan tersendiri. Pasalnya, proses penjaringan calon presidium dilakukan melalui tahapan seleksi yang lebih ketat dengan melibatkan tim panitia seleksi, termasuk verifikasi faktual terhadap rekam jejak kaderisasi para kandidat.
“Muswil ini bukan sekadar ajang menyusun program kerja dan refleksi ke depan, tetapi juga tonggak sejarah pelaksanaan muswil pertama dengan mekanisme seleksi rekam jejak kaderisasi yang mendalam di HMI,” ujar Suardi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim panitia seleksi yang telah menjalankan proses penjaringan secara terstruktur dalam rangka menghadirkan kepemimpinan organisasi yang memiliki kapasitas dan integritas.
Apresiasi terhadap pelaksanaan Muswil turut disampaikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Dalam sambutan Gubernur Sulut yang dibacakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara, Salman Mokoginta, pemerintah daerah menilai Muswil KAHMI dan FORHATI bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, melainkan forum strategis untuk menentukan arah organisasi dan memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan daerah.
Pemprov Sulut juga mendorong KAHMI dan FORHATI mengambil peran lebih aktif melalui penyusunan program kerja yang sejalan dengan prioritas pembangunan daerah, pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penciptaan wirausaha muda dan penguatan UMKM lokal, serta memperluas sinergi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat.
“Semoga rangkaian musyawarah ini berlangsung sejuk, demokratis, dan penuh semangat persaudaraan. Siapa pun yang terpilih nantinya dapat membawa KAHMI dan FORHATI ke arah yang lebih baik demi mewujudkan Sulut yang Sejahtera, Maju, dan Berkelanjutan menuju Indonesia Emas,” demikian pesan Gubernur dalam sambutan tertulisnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi Majelis Nasional KAHMI, Drs. Burhanudin M. Zain, M.M., yang membuka secara resmi kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas soliditas dan perkembangan organisasi KAHMI di Sulawesi Utara.
Dalam arahannya, Burhanudin menekankan bahwa Muswil harus menjadi ruang konsolidasi yang mampu melahirkan kepemimpinan kolektif sekaligus gagasan-gagasan strategis yang dapat memberikan kontribusi nyata, tidak hanya bagi pembangunan daerah, tetapi juga bagi kepentingan nasional.
Salah satu agenda penting yang dibahas adalah pembentukan tujuh orang presidium baru yang akan menjalankan roda organisasi selama lima tahun ke depan, dengan satu orang koordinator presidium. Kepengurusan tersebut diharapkan mampu merumuskan program kerja serta rekomendasi strategis yang responsif terhadap berbagai tantangan pembangunan.
Lebih lanjut, Burhanudin mengungkapkan bahwa rekomendasi hasil Muswil Sulut nantinya akan dibawa ke tingkat nasional untuk disimposiumkan dan disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia dalam agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KAHMI pada November 2026.
Ia juga membuka peluang Kota Manado menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) KAHMI mendatang. Selain itu, penguatan kelembagaan organisasi turut menjadi perhatian, di antaranya melalui penerapan badan sertifikasi, pembentukan unit pengumpul zakat nasional melalui Klasis KAHMI dengan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta penguatan infrastruktur organisasi melalui penyediaan kantor sekretariat permanen KAHMI Sulawesi Utara di Manado.
Burhanudin juga mendorong agar proses pelantikan pengurus hasil Muswil dapat dipercepat dan dilaksanakan paling lambat Desember 2026.
Rangkaian Muswil ke-X KAHMI dan FORHATI ke-II Sulawesi Utara dijadwalkan berlanjut hingga Sabtu, 31 Oktober 2026. Forum ini diharapkan melahirkan kepemimpinan yang solid, demokratis, dan berintegritas, sekaligus memperkuat posisi KAHMI sebagai kekuatan intelektual dan mitra strategis dalam mendorong kemajuan Sulawesi Utara. (rdk)



