Bupati dan Wabup Bolsel Buka Pelatihan 50 Peserta Magang ke Jepang, Kedisiplinan Jadi Kunci

e-berita.com, Bolsel – Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si., bersama Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid, secara resmi membuka pelatihan bagi 50 peserta program magang ke Jepang. Kegiatan tersebut berlangsung di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), kompleks perkantoran Bupati Bolsel.
Pelatihan ini menjadi tahap penting dalam mempersiapkan para peserta sebelum diberangkatkan ke Jepang. Selain meningkatkan keterampilan, pembekalan difokuskan pada pembentukan kedisiplinan, kesiapan fisik dan mental, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja dan budaya di negara tujuan.
Dalam sambutannya, Bupati Iskandar Kamaru menegaskan bahwa keberhasilan mengikuti program magang sangat bergantung pada kesungguhan dan komitmen peserta selama menjalani seluruh tahapan pelatihan.
Ia mengingatkan bahwa kedisiplinan, ketepatan waktu, dan kondisi fisik yang prima merupakan aspek mendasar yang harus diperhatikan. Terlebih, para peserta akan menjalani evaluasi secara berkala setiap hari untuk mengukur kesiapan dan perkembangan kemampuan masing-masing.
Menurutnya, kesempatan mengikuti program magang ke Jepang harus dimanfaatkan sebaik mungkin dengan menunjukkan sikap serius, tanggung jawab, dan kemauan untuk terus belajar.
Bupati juga mendorong para peserta memperdalam pengetahuan dan keterampilan, khususnya dalam penguasaan teknologi pertanian modern. Pengalaman yang diperoleh selama berada di Jepang diharapkan dapat menjadi bekal berharga untuk meningkatkan kompetensi dan membuka peluang kerja yang lebih luas.
Selain keterampilan teknis, peserta diminta menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta mematuhi tata tertib yang berlaku. Kemampuan menyesuaikan diri dengan budaya dan etos kerja masyarakat Jepang juga dinilai penting untuk menunjang keberhasilan selama mengikuti program.
Penguasaan bahasa Jepang turut menjadi perhatian utama.
Para peserta diharapkan mempelajari bahasa Jepang secara serius, termasuk mengenal huruf Hiragana, Katakana, dan Kanji. Kemampuan berbahasa dinilai penting untuk menunjang komunikasi, memahami instruksi, serta memudahkan proses adaptasi di lingkungan kerja.
Iskandar berharap seluruh 50 peserta dapat mengikuti pelatihan secara maksimal hingga memenuhi persyaratan dan dinyatakan siap diberangkatkan ke Jepang.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat, konsistensi, dan komitmen selama proses pembekalan. Dengan persiapan yang matang, para peserta diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan tersebut sekaligus membawa nama baik Kabupaten Bolsel di negara tujuan.
Program magang ke Jepang ini menjadi salah satu peluang bagi generasi muda Bolsel untuk memperoleh pengalaman kerja internasional, memperluas wawasan, dan meningkatkan keterampilan melalui penerapan teknologi modern.
Pengalaman tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi pengembangan kapasitas individu, tetapi juga dapat menjadi modal untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pembangunan daerah di masa mendatang.
Kegiatan pembukaan pelatihan turut dihadiri instruktur atau dari perwakilan PT INA, Sekretaris Daerah Bolsel, Asisten I dan Asisten II Sekretariat Daerah, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), para kepala bagian, serta seluruh peserta program magang ke Jepang. (rdk)



