✨Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Bolmong

Pemkab Bolmong Siapkan KUR untuk 1.000 Petani, Tanpa Agunan hingga Skema Belanja Langsung

e-berita.com, Bolmong — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), mulai menjalankan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani sebagai upaya memperluas akses permodalan di sektor pertanian.

Program tersebut disampaikan langsung Bupati Bolmong, Yusra Alhabsyi, SE, M.Si, saat berdialog dengan petani di Desa Sinsingon, Kecamatan Passi Timur dan Desa Bilalang III, Kecamatan Bilalang, Kamis (07/05/2026).

Dalam pertemuan itu, Yusra mengatakan persoalan modal masih menjadi kendala utama yang dihadapi petani. Karena itu, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Bank SulutGo (BSG) untuk menyediakan fasilitas KUR bagi petani di Bolmong.

“Salah satu masalah petani itu modal. Karena itu, kami sudah berkoordinasi dengan Bank SulutGo, tahun ini tersedia dana KUR untuk membantu petani,” ujar Yusra.

Ia menjelaskan, program tersebut menawarkan skema pinjaman dengan bunga ringan. Untuk pinjaman sebesar Rp5 juta, petani tidak diwajibkan memberikan agunan. Pengembalian pinjaman saat panen diperkirakan sekitar Rp5.150.000, termasuk bunga sekitar Rp150 ribu.

Pemerintah daerah bersama pihak bank juga akan menerapkan sistem jemput bola dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga untuk melakukan pendataan hingga penandatanganan kontrak pinjaman.

Selain itu, penyaluran dana KUR tidak diberikan dalam bentuk tunai. Dana akan digunakan langsung untuk kebutuhan pertanian melalui sistem transaksi di toko pertanian.

“Kalau petani butuh pupuk atau perlengkapan kebun, tinggal digesek langsung di toko pertanian sesuai kebutuhan,” kata Yusra.

Untuk tahap awal, BSG menyiapkan kuota pembiayaan bagi 1.000 petani di Bolaang Mongondow. Pemerintah daerah berencana menambah kuota penerima pada tahun depan apabila administrasi dan pengelolaan pinjaman berjalan baik.

Skema tersebut dinilai dapat meminimalisir penyalahgunaan dana sekaligus memastikan pinjaman digunakan untuk mendukung produktivitas pertanian.

Sekretaris Kelompok Tani Sibong, Abdi Mokoginta, menyambut positif program tersebut. Ia menilai skema KUR yang ditawarkan jauh lebih ringan dibanding pola pinjaman yang selama ini digunakan petani.

“Biasanya kalau pinjam uang, pengembaliannya sangat tinggi. Kami setor Rp125 ribu setiap minggu sampai 50 kali. Itu cukup berat bagi petani,” ujarnya.

Abdi juga mengaku mengapresiasi kehadiran langsung bupati di tengah para petani untuk mendengarkan persoalan yang mereka hadapi.

“Ini pertama kali bupati turun langsung dan mendengarkan kendala kami. Kami merasa benar-benar diperhatikan,” katanya.

Program KUR tersebut menjadi salah satu langkah Pemkab Bolmong dalam mendorong sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan daerah. (rdk)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button