
e-berita.com, Minahasa — Sosok jurnalis kawakan Sulawesi Utara, Kim Gery Tawaang (KTG) menyatakan sikap turun gelanggang dalam Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) atau Kepala Desa di Watulaney Amian, Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa, yang dijadwalkan berlangsung serentak pada 2026.
Pria yang akrab disapa KGT itu dikenal sebagai salah satu jurnalis kawakan di “Tanah Nyiur Melambai”, dengan rekam jejak panjang di dunia kewartawanan. Ia mengawali kariernya di Manado Post pada 2012, saat media tersebut masih berada di bawah jaringan Jawa Pos Group yang didirikan oleh Dahlan Iskan.
Dua tahun berselang, KGT melanjutkan karier dengan bergabung bersama Media Nusantara Citra, grup media milik Hary Tanoesoedibjo. Di bawah naungan MNC, ia turut meramaikan industri media lokal melalui kehadiran Koran SINDO Manado.
Selama berkiprah sebagai jurnalis, KGT aktif meliput berbagai bidang strategis, mulai dari hukum, pemerintahan, ekonomi hingga isu sosial kemasyarakatan. Ia tercatat rutin melakukan peliputan di lingkungan Pemerintah Kota Manado, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, DPRD, hingga kepolisian daerah.
Tak hanya di bidang jurnalistik, KGT juga aktif dalam kegiatan olahraga antarwartawan. Ia beberapa kali mewakili organisasi jurnalis daerah dalam ajang futsal tingkat nasional, memperkuat jejaring profesionalnya di tingkat lokal maupun nasional.
Berbekal pengalaman tersebut, KGT mengaku terpanggil untuk kembali ke kampung halaman dan mengabdikan diri bagi masyarakat. Ia pun maju sebagai calon Hukum Tua Watulaney Amian dalam Pilhut Minahasa 2026.
“Tujuan saya untuk membangun desa. Saya ingin menjadikan kampung kelahiran saya menjadi desa yang maju, adil, sejahtera, dan berprestasi,” ujar KGT saat diwawancarai, Rabu (6/5/2026).
Ia menambahkan, jika dipercaya masyarakat, dirinya berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan transparan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Saya ingin menghadirkan kantor desa yang representatif. Bahkan, saya siap menghibahkan lahan pribadi untuk pembangunan kantor desa,” katanya.
Terkait dinamika politik lokal, KGT menilai masyarakat Watulaney Amian telah semakin dewasa dalam menyikapi perbedaan pilihan.
“Pilhut adalah bagian dari demokrasi. Saya juga terus membangun komunikasi dengan calon lain. Yang penting, kita jaga sportivitas dan hindari kampanye hitam,” ujarnya.
Selain fokus pada pembangunan fisik dan tata kelola pemerintahan, KGT juga menaruh perhatian pada pembangunan karakter masyarakat. Ia menekankan pentingnya kehidupan religius serta aktivitas positif bagi generasi muda.
“Saya ingin mendorong kegiatan rohani yang rutin bersama tokoh agama, serta menggiatkan olahraga agar generasi muda memiliki ruang menyalurkan bakat dan menjauhi hal-hal negatif,” jelas alumnus Universitas Negeri Manado tersebut.
Pilhut serentak Minahasa 2026 diperkirakan akan berlangsung kompetitif, seiring meningkatnya partisipasi masyarakat dan munculnya figur-figur baru yang siap membawa perubahan di tingkat desa. (irf/*)



