Rintis Kerja Sama Sister City dengan Jepang, Wabup Deddy Abdul Hamid Dorong Potensi Unggulan Bolsel

e-berita.com, Bolsel – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) terus mematangkan rintisan kerja sama internasional dengan Kota Nakanoto, Prefektur Ishikawa, Jepang, melalui penyusunan kajian strategis pemetaan potensi daerah dan analisis komplementer.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Bolsel, Deddy Abdul Hamid, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) II Penyusunan Kajian Strategis Pemetaan Potensi Daerah dan Analisis Komplementer Rintisan Kerja Sama Sister City antara Pemkab Bolsel dan Kota Nakanoto. Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai II Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Dalam sambutannya, Deddy menegaskan bahwa FGD II memiliki peran strategis dalam mempersiapkan fondasi kerja sama yang terarah, terukur, dan berkelanjutan antara kedua daerah.
Menurutnya, di tengah perkembangan globalisasi, kemajuan suatu daerah tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan dan sumber daya internal. Diperlukan keterbukaan, kolaborasi, serta kemitraan internasional untuk memperluas peluang pembangunan dan mengoptimalkan potensi unggulan daerah.
Bolsel, kata dia, memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan melalui kerja sama lintas negara, terutama di sektor kelautan dan perikanan, pertanian, perkebunan, serta sosial budaya.
Namun, ia mengingatkan bahwa rintisan kerja sama tersebut harus diarahkan pada hasil yang nyata, bukan sekadar hubungan formal atau wacana diplomasi antardaerah.
“Pemerintah Kabupaten Bolsel berharap rintisan kerja sama ini tidak hanya menjadi hubungan formal, tetapi mampu melahirkan program-program konkret, produktif, dan berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegas Deddy.
Minta OPD Sajikan Data Akurat
Untuk memastikan penyusunan kajian berjalan optimal, Deddy meminta seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar menyajikan data yang akurat, konkret, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, data yang valid menjadi instrumen penting untuk menggambarkan kondisi riil daerah, mengidentifikasi potensi unggulan, serta menentukan sektor prioritas yang memiliki peluang untuk dikembangkan bersama Kota Nakanoto.
Ia juga menekankan pentingnya kontribusi aktif seluruh peserta FGD dalam memberikan masukan yang objektif dan konstruktif. Dengan demikian, rekomendasi yang dihasilkan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga realistis dan dapat diimplementasikan.
“Melalui forum ini, saya berharap seluruh peserta, khususnya pimpinan OPD terkait, dapat memberikan masukan berbasis data dan pemikiran konstruktif untuk kemajuan Bolsel ke depan. Kita harus mampu mengidentifikasi potensi daerah secara objektif dan merumuskan langkah-langkah strategis yang realistis agar kerja sama ini benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Perkuat Sinergi Pemerintah dan Akademisi
Pada kesempatan tersebut, Wabup Deddy turut menyampaikan apresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Gorontalo, khususnya LPPM UMGO beserta tim peneliti, atas dukungan dan kontribusi dalam penyusunan kajian strategis rintisan kerja sama Sister City tersebut.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi terus diperkuat, terutama dalam menghasilkan kajian ilmiah yang berkualitas sebagai landasan perumusan kebijakan pembangunan.
Keterlibatan akademisi dinilai penting untuk memastikan bahwa pemetaan potensi dan analisis peluang kerja sama dilakukan secara sistematis, objektif, serta berdasarkan pendekatan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui FGD II ini, Pemkab Bolsel berharap terbangun kesamaan persepsi di antara para pemangku kepentingan sekaligus menghasilkan rekomendasi strategis untuk mengidentifikasi kesesuaian potensi dan peluang kolaborasi antara Bolsel dan Kota Nakanoto.
Kajian tersebut diharapkan menjadi pijakan awal dalam merumuskan bentuk kerja sama yang saling melengkapi dan menguntungkan kedua belah pihak, termasuk membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengembangan sektor unggulan, serta peningkatan daya saing daerah.
Dengan perencanaan yang matang dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, rintisan kerja sama ini diharapkan dapat berkembang menjadi kemitraan internasional yang berorientasi pada hasil dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Bolaang Mongondow Selatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor II UMGO, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bolsel, Kepala Pusat Penelitian, Kepala Pusat Pengabdian, Kepala LPPM UMGO, tenaga ahli dan tim peneliti, pimpinan OPD terkait, serta para camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. (rdk)



