Bupati Bolsel Buka Bimtek Literasi-Numerasi, Tekankan Peningkatan Kompetensi Guru

e-berita.com, Bolsel — Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Dr. (C) H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si., membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Literasi dan Numerasi dalam Pemanfaatan Digitalisasi Pembelajaran serta Peningkatan Tata Kelola Sekolah melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) jenjang SD dan SMP.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara, Rabu (7/10/2026), tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bolsel dalam memperkuat kompetensi guru sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan.
Penguatan literasi dan numerasi dinilai tidak lagi sebatas kemampuan membaca, menulis dan berhitung. Lebih dari itu, kemampuan tersebut mencakup kecakapan memahami informasi, berpikir kritis, menganalisis persoalan hingga mengambil keputusan dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala BPMP Sulawesi Utara memberikan apresiasi kepada Pemkab Bolsel atas komitmen dan kerja sama yang selama ini dibangun dalam peningkatan mutu pendidikan.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap tim mitra kerja BPMP Sulut dari Kabupaten Bolsel yang berhasil meraih peringkat pertama.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan juga memiliki keterkaitan erat dengan upaya pencegahan korupsi. Pendidikan, kata dia, merupakan salah satu instrumen penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar mampu mengenali sekaligus menghindari berbagai praktik yang berpotensi mengarah pada pelanggaran hukum.
Karena itu, nilai-nilai integritas dan pendidikan antikorupsi perlu ditanamkan sejak dini, termasuk melalui lingkungan sekolah.
Kepala BPMP Sulut juga mendorong guru dan tenaga kependidikan untuk memanfaatkan berbagai fasilitas serta dukungan yang disediakan BPMP sebagai perpanjangan tangan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Bolsel Disiapkan Jadi Lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi
Dalam kesempatan itu, turut disampaikan rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Kabupaten Bolsel.
Untuk merealisasikan program tersebut, pemerintah daerah diharapkan menyiapkan lahan yang nantinya menjadi lokasi pembangunan sekolah.
Sekolah tersebut direncanakan diperuntukkan khusus bagi masyarakat Bolsel dengan dukungan berbagai fasilitas pendidikan secara gratis. Di antaranya laptop dan lima pasang seragam bagi peserta didik.
Selain itu, kepala sekolah dan wakil kepala sekolah direncanakan berstatus sebagai pegawai pemerintah pusat.
Sekolah Nasional Terintegrasi ini memiliki konsep berbeda dengan Sekolah Rakyat yang berada di bawah Kementerian Sosial maupun Sekolah Nasional Garuda yang menerapkan mekanisme seleksi secara nasional.
Sekolah Diminta Jaga Integritas Rapor Pendidikan
Kepala BPMP Sulut juga mengingatkan seluruh satuan pendidikan agar menjaga integritas dalam pengelolaan Rapor Pendidikan.
Ia menegaskan, data Rapor Pendidikan harus disajikan sesuai kondisi riil di sekolah dan tidak boleh dimanipulasi demi mengejar capaian tertentu.
Dukungan anggaran pendidikan yang diterima daerah maupun satuan pendidikan juga harus dikelola secara transparan dan akuntabel.
Pihak sekolah, lanjutnya, tidak diperkenankan menggunakan jasa pihak luar untuk melakukan manipulasi terhadap data Rapor Pendidikan.
Ia juga mengajak para guru memperkuat budaya membaca dan mengoptimalkan pemanfaatan perangkat digital, baik telepon genggam maupun laptop.
Hal tersebut dinilai penting karena model pembelajaran saat ini semakin menuntut kemampuan peserta didik dalam memahami informasi. Bahkan, soal-soal matematika kini banyak disajikan dalam bentuk cerita sehingga kemampuan literasi menjadi bagian penting sebelum peserta didik menyelesaikan persoalan numerasi.
Bupati: Kompetensi Guru Harus Terus Ditingkatkan
Sementara itu, Bupati Iskandar Kamaru menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Ia mendorong seluruh guru untuk memanfaatkan berbagai kesempatan mengikuti pelatihan maupun uji kompetensi yang disediakan pemerintah.
Bupati menyayangkan masih adanya tenaga pendidik yang kurang aktif memanfaatkan kesempatan tersebut.
Menurutnya, guru dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas karena perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran terus mengalami perubahan.
Pemkab Bolsel sendiri telah menjalin kerja sama dengan BPMP Sulut melalui Nota Kesepahaman (MoU) dalam rangka meningkatkan mutu guru dan kepala sekolah.
Kerja sama tersebut dinilai menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memperkuat kualitas pendidikan di tengah keterbatasan anggaran.
“Peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah harus menjadi perhatian bersama. Kita tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi kualitas sumber daya manusia juga harus terus ditingkatkan,” tegas Bupati dalam sambutannya.
Pemkab Perhatikan Kekurangan Guru
Bupati juga mengungkapkan bahwa Bolsel masih menghadapi kekurangan tenaga pendidik untuk sejumlah mata pelajaran tertentu, di antaranya pendidikan agama, kesenian dan olahraga.
Karena itu, selain meningkatkan kualitas guru yang ada, pemerintah daerah juga terus memperhatikan pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik di sekolah-sekolah.
Di sisi lain, penataan tenaga non-ASN juga terus dilakukan. Pemerintah daerah mengarahkan prioritas pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi ASN pada tenaga guru, perawat dan tenaga teknis.
Pemkab Bolsel menargetkan ke depan tidak lagi terdapat tenaga guru yang berstatus honorer.
IPM Bolsel Naik, Capai 70,54
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut memaparkan capaian pembangunan sumber daya manusia di Bolsel.
Salah satu indikatornya terlihat dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Jika pada 2018 IPM Bolsel masih berada di kisaran angka 65, kini telah meningkat menjadi 70,54.
Menurut Bupati, capaian tersebut menunjukkan adanya perkembangan positif dalam pembangunan manusia, termasuk melalui sektor pendidikan.
Ia juga mengapresiasi pengelolaan dana operasional sekolah yang dinilai berjalan baik, terutama dalam aspek perencanaan dan pelaporan.
Rapor Pendidikan Harus Jadi Kompas Perbaikan Mutu
Bupati Iskandar menegaskan, Rapor Pendidikan tidak boleh berhenti sebagai dokumen evaluasi atau sekadar memenuhi kewajiban administrasi.
Sebaliknya, Rapor Pendidikan harus dimanfaatkan sebagai dasar untuk mengetahui kondisi riil satuan pendidikan dan menentukan langkah perbaikan.
“Rapor Pendidikan harus menjadi cermin, kompas, dan dasar dalam menyusun perencanaan program pendidikan yang konkret sesuai dengan kebutuhan sekolah,” ujarnya.
Karena itu, Bupati meminta seluruh peserta Bimtek mengikuti kegiatan secara aktif dan sungguh-sungguh.
Ia berharap setiap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menghasilkan rencana tindak lanjut yang realistis dan dapat diterapkan di sekolah masing-masing.
Bupati kemudian secara resmi membuka Bimtek Penguatan Literasi dan Numerasi bagi guru jenjang SD dan SMP Tahun 2026.
Ia berharap kegiatan tersebut memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi guru, kualitas pembelajaran dan pada akhirnya turut mendorong kemajuan pendidikan di Kabupaten Bolsel.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPMP Sulawesi Utara, Sekretaris Daerah Kabupaten Bolsel, Kepala Dinas Pendidikan, anggota PAKSI Sulut, jajaran pejabat dan tim kerja BPMP Sulut, pejabat Eselon III dan IV, panitia dari Dinas Pendidikan serta seluruh peserta Bimtek jenjang SD dan SMP. (rdk)



