✨Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Bolsel

Bupati Iskandar Tekankan Akurasi Data dan Penguatan Layanan Kesehatan di Bolsel

e-berita.com, Bolsel – Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Dr. (C) H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si., menegaskan pentingnya akurasi data dan evaluasi berkala sebagai fondasi dalam meningkatkan kualitas pembangunan serta pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Iskandar saat membuka kegiatan Monitoring, Evaluasi dan Validasi Data Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bolsel, yang digelar di Swiss-Belhotel Manado.

Menurut Iskandar, kegiatan monitoring dan evaluasi bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana berbagai program kesehatan telah berjalan sekaligus mengidentifikasi persoalan yang masih perlu dibenahi.

Ia menilai, data yang valid dan akurat sangat dibutuhkan pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan serta menyusun program kesehatan yang benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan.

“Evaluasi ini penting untuk melihat capaian program sekaligus memastikan data yang kita miliki benar-benar valid. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan kebijakan dan langkah kita ke depan,” ujar Iskandar.

Puskesmas Jadi Ujung Tombak

Dalam arahannya, Bupati menekankan posisi strategis Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Evaluasi, kata dia, terutama diperlukan untuk mengukur capaian sejumlah indikator kesehatan, mulai dari penanganan penyakit menular, pencegahan dan penanganan stunting, penurunan angka kematian bayi, hingga pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis secara berkala.

Program pemeriksaan kesehatan gratis tersebut, lanjut Iskandar, merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang perlu didukung dan diimplementasikan secara optimal di daerah.

“Program-program kesehatan harus terus kita evaluasi. Jangan sampai kita hanya melihat kegiatan sudah dilaksanakan, tetapi tidak mengukur hasil dan dampaknya bagi masyarakat,” tegasnya.

Perkuat Fasilitas dan SDM Kesehatan

Di tengah tuntutan peningkatan kualitas pelayanan, Pemkab Bolsel juga terus berupaya memperkuat sarana dan prasarana kesehatan.

Iskandar mengatakan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kesehatan terus didorong, termasuk menyiapkan tenaga perawat yang memiliki kompetensi untuk mendukung operasional fasilitas cuci darah.

Selain itu, pemerintah daerah juga berupaya menghadirkan fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih lengkap, di antaranya Cath Lab untuk mendukung pelayanan penyakit jantung serta fasilitas bank darah.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah agar masyarakat Bolsel dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin lengkap tanpa harus selalu dirujuk ke daerah lain.

Disiplin dan Profesionalisme Jadi Penekanan

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan seluruh tenaga kesehatan agar menjaga disiplin, profesionalisme dan ketangguhan dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, keterbatasan fasilitas maupun persoalan penempatan tenaga kesehatan tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk tidak memberikan pelayanan terbaik. Kondisi akses dan infrastruktur kita saat ini sudah jauh berkembang dibandingkan beberapa dekade lalu,” katanya.

Iskandar berharap semangat pengabdian tetap menjadi landasan seluruh tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas, terutama mereka yang berada di lini pelayanan langsung kepada masyarakat.

Hadapi Efisiensi Anggaran

Di sisi lain, Bupati mengakui pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan fiskal berupa efisiensi anggaran yang mencapai sekitar Rp24 miliar.

Meski berada dalam kondisi keterbatasan fiskal, Iskandar memastikan pemerintah daerah tetap berkomitmen memaksimalkan anggaran yang tersedia untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Pemkab Bolsel, lanjutnya, juga terus berupaya memperjuangkan peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan, termasuk menyuarakan aspirasi tenaga kesehatan berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Kita akan terus memperjuangkan aspirasi tenaga kesehatan, khususnya PPPK, agar ada kepastian status melalui kebijakan pemerintah pusat,” ungkapnya.

Data Akurat Jadi Dasar Kebijakan

Bupati berharap kegiatan monitoring, evaluasi dan validasi data tersebut menghasilkan gambaran yang objektif mengenai kondisi program kesehatan di Kabupaten Bolsel.

Data yang akurat, kata dia, akan menjadi pijakan penting dalam menentukan langkah strategis pembangunan kesehatan ke depan, sehingga setiap kebijakan dan program yang dijalankan dapat lebih tepat sasaran, efektif dan berkelanjutan.

“Harapan saya, dari kegiatan ini kita mendapatkan data yang benar-benar akurat. Dengan begitu, kita bisa menentukan langkah strategis yang tepat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” pungkas Iskandar.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bolsel, Kepala Dinas Kesehatan beserta jajaran, para Kepala Puskesmas, serta tenaga kesehatan yang menjadi peserta kegiatan. (rdk)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button