Enam Desa di Bolsel Dapat Program Kampung Nelayan Merah Putih 2026, Tiga Lokasi Segera Dibangun

e-berita.com, Bolsel — Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) kembali mendapatkan program prioritas nasional. Tahun 2026 ini, sebanyak enam desa di wilayah pesisir Bolsel ditetapkan sebagai lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Dari enam desa tersebut, tiga desa di antaranya telah memasuki tahapan pembangunan karena kesiapan lahannya telah terpenuhi. Sementara tiga desa lainnya masih berada pada tahap verifikasi dan kesiapan lahan.
Hal itu disampaikan Bupati Bolsel, H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si., saat menerima kunjungan tim survei dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Alun-Alun Lapangan Molibagu, Kecamatan Bolaang Uki, Kamis (1/10/2026).
Bupati menyampaikan apresiasi sekaligus rasa syukur atas kepercayaan pemerintah pusat kepada Bolsel untuk mendapatkan salah satu program prioritas nasional tersebut.
“Kami berterima kasih kepada Presiden atas adanya program ini. Alhamdulillah, untuk Kabupaten Bolsel ada enam desa yang mendapatkan program prioritas tersebut,” ungkap Iskandar.
Menurutnya, kunjungan tim survei KKP kali ini merupakan bagian penting dalam memastikan kesiapan lokasi sebelum pembangunan KNMP dilaksanakan.
“Tiga desa sudah siap lahannya, yakni Desa Perjuangan, Desa Modisi dan Desa Deaga. Hari ini tim dari KKP akan meninjau kesiapan lahan di tiga desa lainnya, yakni Desa Tabilaa, Desa Pinolantungan dan Desa Botuliodu,” jelasnya.
Iskandar mengatakan, pembangunan KNMP merupakan program yang pembiayaannya bersumber langsung dari pemerintah pusat. Untuk setiap lokasi, nilai pembangunannya diperkirakan berada pada kisaran Rp4 miliar hingga Rp6 miliar, di luar sejumlah fasilitas penunjang lainnya.
Fasilitas tersebut antara lain pabrik es serta berbagai sarana dan prasarana pendukung aktivitas masyarakat nelayan.
Bagi Pemkab Bolsel, program tersebut dinilai memiliki arti penting mengingat karakteristik wilayah Bolsel yang didominasi kawasan pesisir.
“Tentu program ini sangat baik dan akan sangat membantu masyarakat kami, khususnya masyarakat nelayan. Apalagi 90 persen wilayah kita adalah wilayah pesisir,” ujarnya.
Karena itu, Bupati berharap program KNMP tidak berhenti pada tahun 2026, tetapi dapat terus dilanjutkan secara bertahap sehingga semakin banyak desa pesisir di Bolsel yang memperoleh manfaatnya.
Pemkab Bolsel, kata Iskandar, juga telah menyampaikan usulan kepada KKP agar pembangunan KNMP dapat diperluas ke desa-desa pesisir lainnya pada tahun-tahun mendatang.
“Kami juga sudah menyampaikan usulan ini ke KKP agar di tahun-tahun berikutnya secara bertahap semua desa yang ada di pesisir bisa mendapatkan program ini,” pungkasnya.
Ditargetkan Tuntas Akhir Tahun
Sementara itu, tim survei KKP, James Kaluntas, mengatakan pihaknya dalam kunjungan tersebut akan melakukan peninjauan langsung terhadap tiga lokasi yang masih berada dalam tahap kesiapan lahan.
Menurutnya, proses peninjauan dilakukan bersama tim dari pemerintah daerah untuk memastikan berbagai aspek teknis lokasi sebelum pembangunan dilanjutkan.
“Agenda kami hari ini akan meninjau lokasi KNMP di Desa Tabilaa, Pinolantungan dan Botuliodu,” ungkap James.
Ia menambahkan, pembangunan KNMP di Kabupaten Bolsel ditargetkan dapat diselesaikan hingga akhir 2026. Karena itu, tahapan survei dan verifikasi kesiapan lahan menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan dapat berjalan sesuai target.
“Jika lahannya siap dan tidak ada kendala, maka dipastikan pembangunannya tuntas tahun ini,” pungkasnya. (rdk)



