Pemkab Bolmong Gandeng WCS Bentuk Forum Multipihak Demi Lindungi Areal Preservasi

e-berita.com, Bolmong – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) menegaskan komitmen penuhnya dalam memperkuat sistem perlindungan penyangga kehidupan dan pelestarian keanekaragaman hayati.
Dukungan ini dibuktikan melalui keterlibatan aktif dalam Lokakarya Pembentukan Forum Multipihak Pengelolaan Areal Preservasi Kabupaten Bolaang Mongondow yang digelar di Hotel Sutanraja, Kotamobagu, Senin (28/9/2026).
Kegiatan strategis yang diinisiasi oleh organisasi perlindungan alam global, Wildlife Conservation Society (WCS), ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, S.IP.
Wakil Bupati Bolmong, Dony Lumenta, S.Tr.T., yang hadir langsung dalam acara tersebut menyatakan bahwa pembentukan forum ini merupakan langkah krusial. Ia berharap wadah ini mampu memotret secara jernih kondisi sosiologis masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan preservasi.
“Kehadiran forum multipihak ini diharapkan tidak hanya menjadi jembatan komunikasi, tetapi juga mampu memberikan dampak positif yang nyata terhadap peningkatan sektor ekonomi masyarakat setempat,” ujar Wabup Dony Lumenta.
Lebih lanjut, Dony mengajak seluruh elemen pemangku kepentingan untuk menyatukan visi dalam menjaga stabilitas ekologi daerah.
“Kami mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga lingkungan, alam, dan satwa di sekitar kita agar tetap terjaga dan terpelihara dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.
Implementasi UU No 32 Tahun 2024
Secara regulasi, pembentukan Areal Preservasi ini merupakan pengejawantahan dari amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Langkah ini menjadi landasan hukum penting bagi perluasan ruang konservasi di luar kawasan formal.
Fokus utama lokakarya ini adalah menyusun strategi tunggal, menyamakan persepsi, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Upaya perlindungan difokuskan pada bentang alam yang berada di luar kawasan konservasi formal, seperti hutan lindung, hutan produksi, dan Areal Penggunaan Lain (APL).
Agenda ini turut mendapat atensi khusus dari pemerintah pusat. Plt. Direktur Pemulihan Ekosistem dan Bina Areal Preservasi Kementerian Kehutanan RI, Dewi Sulastriningsih, S.Hut., M.I.L., ikut mengawal jalannya lokakarya secara daring.
Sinergi Total Lintas Sektor
Sinergi lintas sektoral tergambar kuat lewat kehadiran deretan pejabat tinggi. Dari internal Pemkab Bolmong, hadir Sekretaris Daerah Abdullah Mokoginta, S.H., M.Si., bersama Kepala Bappeda, serta para Kepala Dinas dari sektor Lingkungan Hidup, Ketahanan Pangan, Perkebunan, Pertanian, hingga Pariwisata.
Aparatur wilayah juga turun langsung, di antaranya Camat Passi Barat, Camat Bilalang, Sekcam Dumoga, Sekcam Dumoga Barat, hingga para Sangadi (Kepala Desa) dari Desa Pusian, Apado, Tuduaog, dan Tuduaog Baru. Keterlibatan ini menegaskan bahwa program pelestarian akan dikawal ketat hingga ke tingkat tapak (akar rumput).
Hadir pula perwakilan Pemkab Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Terrestrial Project Senior Coordinator WCS Tisna Nando, perwakilan Dinas PUPR dan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara, serta UPTD KPH I.
Tak hanya birokrasi, sektor swasta dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) turut ambil bagian dalam komitmen hijau ini. Perwakilan dari PT Pertamina Geothermal, PT CONCH, PT Monumen Energi Nusantara, serta Perumda Tirta Bukaka Kabupaten Bolaang Mongondow tampak hadir dan siap mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam operasional mereka. (rdk)



