✨Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Bolsel

Dua Dekade Pinteng: Dari Wilayah Pemekaran ke Simbol Ketahanan Sosial di Bolsel

e-berita.com, Bolsel — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Kecamatan Pinolosian Tengah (Pinteng) pada Selasa (28/4/2026) bukan sekadar seremoni tahunan. Di balik upacara yang berlangsung di Lapangan Olahraga Adow, terselip refleksi mendalam tentang identitas, perjuangan, dan arah masa depan salah satu kecamatan penting di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Bupati Hi. Iskandar Kamaru bersama Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid hadir langsung, didampingi jajaran pejabat daerah dan tokoh masyarakat. Namun, yang paling menonjol bukanlah deretan nama atau jabatan, melainkan narasi historis yang kembali dihidupkan: bahwa keberadaan Pinteng menjadi fondasi lahirnya Kabupaten Bolsel itu sendiri.

Peringati Hari Otda ke-30, Pemkab Bolsel Tegaskan Komitmen Wujudkan Asta Cita

“Jika Kecamatan Pinteng tidak terbentuk, maka Kabupaten Bolsel pun tidak akan pernah ada,” tegas Bupati dalam sambutannya—sebuah pernyataan yang langsung mengundang perhatian publik dan menggarisbawahi posisi strategis wilayah ini dalam peta pembangunan daerah.

Menghidupkan Memori Kolektif

Upacara diawali dengan doa bersama yang secara khusus ditujukan bagi para tokoh pemekaran, termasuk almarhum Samsudin Kuji Moha dan Hi. Herson Mayulu. Momen ini menghadirkan suasana haru sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak lahir secara instan, melainkan melalui perjuangan panjang dan pengorbanan.

Sejarah singkat yang disampaikan dalam acara tersebut membuka kembali lembaran awal terbentuknya Pinteng—yang disebut Bupati sebagai hasil “sosialisasi intensif para petinggi daerah kala itu.” Narasi ini memperlihatkan bahwa dialog, konsensus, dan visi bersama pernah menjadi kunci utama lahirnya wilayah ini.

Kritik Halus di Tengah Perayaan

Di tengah suasana perayaan, Bupati juga menyelipkan pesan yang cukup tegas, terutama terkait kualitas pelayanan publik. Ia meminta masyarakat tidak ragu melaporkan tenaga kesehatan maupun pendidik yang tidak menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Peringati Hari Otda ke-30, Pemkab Bolse Tegaskan Komitmen Wujudkan Ast Cita

Pernyataan ini menjadi semacam kritik halus terhadap potensi menurunnya etos kerja aparatur di lapangan—isu yang jarang diangkat secara terbuka dalam forum seremonial.

“Saya meminta masyarakat untuk melaporkan jika ada petugas yang tidak ikhlas dalam pengabdiannya,” ujarnya.

Pesan tersebut sekaligus menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan layanan publik.

Antara Efisiensi Anggaran dan Harapan Warga

Dalam konteks kebijakan efisiensi anggaran yang tengah berjalan, Bupati juga mengajak masyarakat untuk lebih menghargai infrastruktur yang telah tersedia. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan warga sebagai kunci keberlanjutan pembangunan.

Alih-alih menjanjikan proyek baru, pendekatan yang diambil justru berfokus pada optimalisasi yang sudah ada—sebuah strategi yang realistis di tengah keterbatasan fiskal.

“Pinteng Bukan Sekadar Wilayah”

Lebih dari sekadar unit administratif, Pinteng digambarkan sebagai entitas kolektif yang harus dijaga bersama. Pesan “Pinteng-ku, Pinteng-mu, dan Pinteng kita semua” menjadi penutup yang kuat, menegaskan pentingnya rasa memiliki di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Bupati dan Wabup Bolsel Hadiri Pisah Sambut Kajari Kotamobagu, Tekankan Sinergi Penegakan Hukum

Momentum HUT ke-20 ini pun dimanfaatkan sebagai ajang refleksi: sejauh mana capaian pembangunan telah diraih, dan bagaimana arah ke depan harus ditentukan.

Simbol dan Langkah Nyata

Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para tokoh pemekaran serta peresmian program bertajuk “PINTENG BERKAH.” Meski belum dijabarkan secara rinci dalam kesempatan tersebut, inisiatif ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat dan pelayanan publik.

Di tengah berbagai tantangan, peringatan dua dekade Pinteng menghadirkan satu pesan utama: bahwa kekuatan sebuah daerah tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada ingatan kolektif, partisipasi warga, dan komitmen bersama untuk terus bergerak maju. (rdk)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button