Bentrok Antarwarga di Bolmong, Polisi Amankan Senapan Angin dan Senjata Tajam

e-berita.com, Bolmong — Aparat kepolisian mengamankan sejumlah senapan angin dan senjata tajam dalam razia gabungan menyusul bentrokan berdarah antarwarga Desa Tonom dengan Desa Ibolian 1, Kecamatan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow, pada Kamis 29 Januari 2026 lalu.
Bentrok tersebut mengakibatkan sedikitnya 11 orang mengalami luka tembak senapan angin, terdiri dari dua perempuan dan sembilan laki-laki. Seluruh korban telah teridentifikasi dan mendapatkan penanganan medis dan kini sudah dirujuk ke Manado.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan dipicu oleh perselisihan paham antarwarga, yang bermula dari aksi geber-geber knalpot bising dan kemudian berkembang menjadi konflik terbuka.
Tim Resmob Raja Bogani Polres Bolaang Mongondow berhasil mengamankan satu unit senapan angin yang diketahui milik seorang pria berinisial VT. Saat ini, VT beserta senjata tersebut telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Selain itu, polisi mengungkap masih terdapat beberapa warga lain yang diduga membawa dan menggunakan senapan angin saat keributan berlangsung. Identitas para terduga pelaku telah dikantongi dan saat ini dalam pengejaran oleh pihak berwajib.
Sebelumnya Wakapolda Sulut, Brigjen Pol. Awi Setiyono, S.I.K., M.Hum, menegaskan pihaknya akan berupaya melakukan penegakan hukum sehingga kasus ini dapat segera tuntas.
“Saya sudah sampaikan kepada Kapolres untuk mencari akar permasalahan ini sehingga kedepan tidak terjadi lagi,” tegasnya.
Wakapolda menambahkan jika jalan satu-satunya harua dilakukan penegakan hukum terlebih dahulu sampai tuntas. Siapa yang berbuat dan melakukan pelanggaran hukum maka harus ditindaki,” tegas Setiyono.
Ia berharap kepada masyarakat untuk dapat menahan diri dan percayakan pada proses penegakan hukum yang sedang dilakukan,” imbaunya.
Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan yang berjumlah lebih dari 200 personil masih terus melakukan pengamanan untuk memastikan keamanan, ketertiban di tegah masyarakat setempat berjalan dengan kondusif. (rdk)



