Resmi Mendaftar Calon Sangadi, Aulia Rahman Ali Usung Gagasan “MOLIBAGU BERAWAL”

e-berita.com, Bolsel – Aulia Rahman Ali resmi mendaftarkan diri sebagai calon Sangadi (Kepala Desa) Molibagu, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Kamis (15/10/2026).
Pendaftaran berlangsung di Sekretariat Panitia Pemilihan Sangadi (Pilsang) Desa Molibagu dan diterima langsung oleh panitia pemilihan, Irawan Kamaru.
Dalam pencalonannya, Aulia membawa slogan “MOLIBAGU BERAWAL”, akronim dari Berbudaya, Aman, Wirausaha, Adaptif, dan Lestari. Gagasan tersebut menjadi pijakan yang ditawarkannya untuk mendorong pembangunan desa yang berkemajuan, memperkuat persatuan masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan warga.
Aulia juga mengajak seluruh masyarakat Desa Molibagu untuk berpartisipasi aktif dalam pemilihan Sangadi yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Desember 2026 mendatang.
Menurutnya, kontestasi politik di tingkat desa harus menjadi momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan, bukan justru memicu perpecahan di tengah masyarakat.
“Harapan saya kepada masyarakat Desa Molibagu, mari datang berbondong-bondong pada pemilihan nanti. Jadikan ajang politik desa ini sebagai ajang silaturahmi, bukan sebagai ajang pemecah belah masyarakat,” tegas Aulia.
Usung Visi Desa Berbudaya, Bersatu, dan Berkemajuan
Dalam pencalonannya, Aulia mengusung visi “Membangun Desa Molibagu yang Berbudaya, Bersatu dalam Keberagaman dan Berkemajuan.”
Visi tersebut diterjemahkan ke dalam tujuh misi utama yang menitikberatkan pada pembenahan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan generasi muda, penguatan kemitraan, pengembangan ekonomi lokal, serta pembangunan desa yang inklusif dan partisipatif.
Pertama, mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang efektif, transparan, akuntabel, dan berbasis digital.
Kedua, meningkatkan kualitas pelayanan publik agar semakin cepat, mudah, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ketiga, memperkuat peran dan kapasitas generasi muda agar mampu mengembangkan kreativitas serta menjadi motor penggerak pembangunan desa.
Keempat, membangun jejaring kemitraan dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan guna memperluas akses terhadap peluang pembangunan.
Kelima, mengoptimalkan akses desa terhadap program prioritas pemerintah pusat dan daerah, termasuk berbagai sumber pembiayaan yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan serta potensi desa.
Keenam, mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta ekonomi digital untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ketujuh, mewujudkan pembangunan desa yang partisipatif, inklusif, berbasis data, serta berorientasi pada kebutuhan dan potensi masyarakat.
Melalui misi tersebut, Aulia menawarkan pendekatan pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Kebudayaan, Pertanian, dan Perkebunan Jadi Perhatian
Selain tata kelola pemerintahan dan penguatan ekonomi, pelestarian kebudayaan serta pengembangan sektor pertanian dan perkebunan turut menjadi perhatian Aulia dalam gagasan pembangunan Desa Molibagu.
Menurutnya, kebudayaan dan kearifan lokal perlu terus dilestarikan, dikembangkan, dan diperkuat sebagai identitas sekaligus jati diri masyarakat desa.
Sementara di sektor pertanian dan perkebunan, ia mendorong optimalisasi potensi yang tersedia melalui peningkatan produktivitas, penguatan kapasitas petani, pemanfaatan teknologi, perluasan akses pasar, serta pengembangan nilai tambah hasil produksi.
Upaya tersebut dinilai penting agar potensi lokal tidak hanya menjadi sumber penghidupan masyarakat, tetapi juga mampu dikembangkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan kemandirian desa.
“Dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki desa, diharapkan pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan serta kemandirian warga,” pungkasnya.
Melalui slogan “MOLIBAGU BERAWAL”, Aulia Rahman Ali menawarkan arah pembangunan yang memadukan pelestarian budaya, penguatan ekonomi, tata kelola pemerintahan yang lebih baik, serta partisipasi masyarakat sebagai bagian penting dalam mewujudkan Desa Molibagu yang berbudaya, bersatu, dan berkemajuan. (rdk)



