Antisipasi Karhutla, Sekda Bolmong Instruksikan Penguatan Kesiapsiagaan hingga Tingkat Kecamatan

e-berita.com, Bolmong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow memperkuat langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui koordinasi lintas sektor. Upaya ini dilakukan untuk meminimalkan risiko kebakaran di tengah potensi kekeringan sekaligus melindungi lingkungan, kesehatan masyarakat, dan lahan produktif.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Antisipasi Karhutla yang dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Bolaang Mongondow, Abdullah Mokoginta, S.H., M.Si., di Ruang Rapat Sekda, Rabu (14/10/2026).
Dalam arahannya, Abdullah menekankan pentingnya kesiapsiagaan terpadu seluruh perangkat daerah, terutama instansi teknis yang menangani kebencanaan, lingkungan hidup, penegakan ketertiban, serta jajaran pemerintah kecamatan.
Menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi prioritas agar potensi kebakaran dapat diantisipasi sejak dini dan tidak berkembang menjadi bencana yang berdampak luas.
Sejumlah langkah yang menjadi perhatian meliputi kesiapan sarana dan prasarana pemadaman, pemantauan titik panas (hotspot), penguatan patroli wilayah, serta sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Koordinasi terpadu antarperangkat daerah dan para camat sangat krusial agar tindakan pencegahan dan penanganan cepat di lapangan dapat berjalan optimal. Kita harus memastikan keselamatan masyarakat, menjaga kualitas udara, serta melindungi lahan produktif dan kawasan hutan di Bolaang Mongondow,” tegas Abdullah.
Rakor tersebut melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perkebunan, Dinas Pertanian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta para camat se-Kabupaten Bolaang Mongondow.
Keterlibatan lintas sektor ini diarahkan untuk memperkuat sinergi dalam pencegahan, pemantauan, hingga penanganan apabila ditemukan indikasi kebakaran di wilayah masing-masing.
Pemkab Bolmong juga menginstruksikan para camat untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat bersama pemerintah desa dan kelurahan. Warga diharapkan lebih waspada terhadap potensi kebakaran serta segera melaporkan indikasi karhutla kepada petugas atau posko siaga bencana.
Selain itu, koordinasi antarpemerintah wilayah dan instansi teknis perlu diperkuat agar informasi mengenai titik panas maupun potensi kebakaran dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
Melalui langkah antisipatif tersebut, Pemkab Bolaang Mongondow berupaya menekan risiko karhutla sekaligus menjaga kelestarian hutan, kualitas udara, dan keberlangsungan aktivitas masyarakat.
Kesiapsiagaan bersama diharapkan menjadi kunci dalam menghadapi ancaman kebakaran, sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berorientasi pada perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. (rdk)



