e-berita.com, Bolsel — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) terus mendorong transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan, termasuk pada sektor pengawasan dan pemeriksaan pengelolaan Dana Desa.
Salah satu inovasi yang kini mulai dimaksimalkan Inspektorat Daerah Kabupaten Bolsel yakni SIMPEDES (Sistem Pemeriksaan Administrasi Desa). Aplikasi ini dirancang sebagai instrumen pendukung pengawasan untuk memperkuat proses pemeriksaan administrasi desa sekaligus meningkatkan efektivitas pendampingan kepada pemerintah desa.
SIMPEDES merupakan bagian dari aksi perubahan yang digagas Hanjian Badu, Plt. Inspektur Pembantu Wilayah I Inspektorat Daerah Kabupaten Bolsel, dalam rangka mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PIM III) Angkatan II yang dilaksanakan Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri Wilayah IV.
Inovasi tersebut diarahkan untuk menghadirkan sistem pemeriksaan yang lebih terstruktur, terukur, cepat, dan mudah dioperasikan. Melalui pemanfaatan teknologi digital, proses pengawasan administrasi desa diharapkan tidak hanya bersifat pemeriksaan setelah terjadi persoalan, tetapi juga mampu memberikan peringatan dini terhadap potensi kesalahan maupun ketidaksesuaian administrasi.
Hanjian Badu mengatakan, penerapan SIMPEDES merupakan langkah strategis untuk memperkuat fungsi pengawasan Inspektorat Daerah, khususnya dalam mendampingi pemerintah desa agar pengelolaan Dana Desa berjalan sesuai ketentuan.
“SIMPEDES kami hadirkan sebagai instrumen untuk memperkuat pengawasan sekaligus pendampingan. Dengan sistem ini, kita ingin membangun pola pemeriksaan yang lebih efektif dan mampu memberikan peringatan dini ketika ditemukan potensi kesalahan atau ketidaksesuaian dalam administrasi desa,” ujar Hanjian.
Menurutnya, pengawasan yang dilakukan tidak semata-mata bertujuan menemukan kesalahan, tetapi juga memberikan ruang bagi pemerintah desa untuk melakukan perbaikan sejak dini.
“Prinsipnya adalah pencegahan. Kami ingin pemerintah desa mendapatkan panduan yang jelas sehingga kesalahan administrasi, keterlambatan pelaporan maupun potensi penyimpangan dapat diminimalkan sebelum menjadi persoalan yang lebih besar,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan SIMPEDES diharapkan mampu mempercepat proses pemeriksaan sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan desa secara keseluruhan.
Sistem tersebut juga dirancang untuk membantu pemerintah desa dalam memenuhi aspek administrasi dan pelaporan secara tepat waktu serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dari sisi pemerintah daerah, penerapan SIMPEDES dapat memudahkan pelaksanaan tugas pengawasan, mempersingkat waktu pemeriksaan, serta mendukung peningkatan kualitas tata kelola keuangan desa.
Sementara bagi pemerintah desa, sistem ini diharapkan menjadi panduan sekaligus instrumen peringatan dini dalam memperbaiki administrasi, sehingga proses pelaporan dapat dilakukan secara tepat waktu dan sesuai regulasi.
Lebih jauh, manfaat inovasi tersebut diharapkan dapat dirasakan masyarakat. Pengelolaan Dana Desa yang lebih tertib, transparan dan akuntabel akan memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang baik.
Dengan hadirnya SIMPEDES, Inspektorat Daerah Kabupaten Bolsel menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pola pengawasan berbasis teknologi. Inovasi ini diharapkan menjadi salah satu fondasi dalam membangun sistem pengawasan Dana Desa yang lebih modern, responsif, preventif dan berorientasi pada peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan. (***)
