Konferkab III PWI Bolsel Resmi Dibuka

e-berita.com, Bolsel – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menegaskan komitmennya menjadikan pers sebagai mitra strategis dalam mengawal pembangunan daerah, mendorong transparansi pemerintahan, serta membangun komunikasi yang sehat antara pemerintah dan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Bolsel, M. Arvan Ohy, S.STP., M.AP., saat membuka secara resmi Konferensi Kabupaten (Konferkab) III Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kamis (06/8/2026), di Guest House, Kecamatan Bolaang Uki.

Mengusung tema “Mewujudkan Pers yang Profesional, Independen, dan Berintegritas Menuju Bolaang Mongondow Selatan yang Lebih Maju”, konferensi tersebut menjadi momentum penting bagi PWI Bolsel dalam melakukan regenerasi kepemimpinan organisasi sekaligus memperkuat profesionalisme wartawan di daerah.

Kegiatan itu turut dihadiri Ketua PWI Provinsi Sulawesi Utara Sintia N.C. Bojoh, Wakapolres Bolsel, Ketua KPU Bolsel, Ketua Bawaslu Bolsel, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan organisasi kepemudaan (OKP), pimpinan Bank SulutGo Cabang Bolsel, serta anggota PWI Bolsel.

Dalam sambutannya, Arvan Ohy menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Konferkab III PWI Bolsel. Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusan organisasi, tetapi juga wadah konsolidasi untuk memperkuat kapasitas dan integritas insan pers dalam menjalankan fungsi jurnalistik.

“Saya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Konferkab III PWI Bolsel. Semoga kegiatan ini menghasilkan kepengurusan yang mampu membawa PWI semakin maju, profesional, dan terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” ujar Arvan.

Ia menegaskan, keberadaan PWI memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan melalui penyajian informasi yang objektif, berimbang, edukatif, serta berpihak pada kepentingan publik.

Menurut Arvan, pemerintah daerah membutuhkan media yang profesional untuk menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat, sekaligus memberikan kritik dan masukan yang konstruktif sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan.

“Pers, khususnya PWI, memiliki peran strategis dalam mengawal pembangunan daerah. Pemerintah membutuhkan masukan, kritik yang konstruktif, serta informasi yang objektif agar setiap kebijakan dan program pembangunan berjalan sesuai harapan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Arvan menilai fungsi kontrol sosial yang dijalankan insan pers merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), transparan, dan akuntabel.

“Fungsi kontrol yang dijalankan insan pers merupakan bagian dari upaya menciptakan pemerintahan yang terbuka dan akuntabel. Kritik yang membangun menjadi energi positif bagi pemerintah untuk terus melakukan perbaikan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan,” tambahnya.

Ia berharap Konferkab III PWI Bolsel mampu melahirkan kepengurusan yang solid, independen, serta mampu meningkatkan kualitas jurnalistik dan memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan demi mendukung terwujudnya Bolaang Mongondow Selatan yang semakin maju.

Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Sulawesi Utara, Sintia N.C. Bojoh, menegaskan bahwa konferensi kabupaten merupakan amanat organisasi sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan sekaligus penguatan soliditas internal PWI.

Menurutnya, konferensi tidak boleh dimaknai hanya sebagai ajang memilih ketua baru, tetapi harus menjadi momentum memperkokoh komitmen seluruh anggota dalam menjaga profesionalisme, independensi, dan integritas profesi wartawan.

“Konferkab bukan sekadar memilih ketua, tetapi menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh anggota untuk menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas, independen, dan berintegritas. PWI harus terus menjadi organisasi yang menjaga profesionalisme wartawan sekaligus menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah,” tegas Sintia.

Ia juga mengajak seluruh anggota PWI Bolsel untuk menjaga persatuan, menghormati proses demokrasi organisasi, serta menjadikan Konferkab III sebagai momentum memperkuat eksistensi PWI dalam menghadapi tantangan dunia pers yang semakin dinamis.

“Siapa pun yang terpilih nanti merupakan pilihan terbaik anggota. Yang terpenting adalah menjaga kekompakan organisasi dan bersama-sama membangun PWI Bolsel agar semakin profesional, berintegritas, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (rdk)

Exit mobile version