e-berita.com, Bolmong – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dalam hal ini, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menanggapi sorotan masyarakat di media sosial soal bantuan modal usaha Rp2,5 Juta untuk Tenaga Kerja Mandiri (TKM) yang dituding belum sampai ke penerima manfaat.
Sorotan itu pun sontak menuai tanggapan dari Plt. Kepala Disnaker Bolmong, Abdul Rivai Mokoagow. Ia menjelaskan bahwa untuk penyaluran modal usaha TKM tersebut telah mulai dilakukan dan berlangsung secara bertahap.
“Untuk saat ini, sudah ada lima Kecamatan yang dicairkan. Dan setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp2,5 juta serta langsung ditransfer ke rekening masing-masing,” ungkap Rivai.
Ia menyampaikan lagi bahwa proses pencairan dilakukan secara bertahap mengingat jumlah penerima bantuan mencapai ribuan orang.
“Pencairan dana dilakukan secara bertahap karena jumlah penerima cukup banyak. Jika administrasinya sudah lengkap, maka dananya sudah dapat dicairkan,” ujarnya.
Rivai pun menyebut jikq, dalam proses penyaluran, pihaknya sempat menghadapi kendala terkait penerbitan buku rekening bagi para penerima bantuan. Selama dua bulan terakhir, pihak perbankan mengalami keterbatasan stok buku tabungan sehingga menghambat proses administrasi.
“Kendala utama yang kami hadapi adalah penerbitan buku rekening, karena pihak Bank kehabisan stok buku tabungan. Namun, sejak pekan lalu, buku rekening mulai tersedia secara bertahap sehingga proses penyaluran kembali berjalan,” jelasnya.
Ia menegaskan, Disnaker berkewajiban memastikan seluruh dokumen persyaratan penerima bantuan telah lengkap, termasuk kepemilikan rekening bank sebagai syarat pencairan dana.
Selain itu, para penerima bantuan diwajibkan menyampaikan laporan penggunaan dana kepada pemerintah daerah. Laporan tersebut menjadi bentuk pertanggungjawaban agar bantuan benar-benar digunakan untuk mendukung dan mengembangkan usaha yang dijalankan.
“Penerima bantuan wajib melaporkan penggunaan dana yang telah diterima, termasuk jenis barang yang dibelanjakan, dan harus sesuai dengan bidang usaha masing-masing,” katanya.
Program bantuan modal usaha bagi TKM ini merupakan salah satu program unggulan Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsy, SE, M.Si, bersama Wakil Bupati Dony Lumenta, yang bertujuan memperkuat perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan mandiri.
Pemerintah daerah berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan produktivitas usaha dan menjadi penopang ekonomi masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang masih dihadapi saat ini.
“Kami akan melaksanakan program ini dengan sebaik-baiknya agar tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Di tengah kondisi ekonomi saat ini, bantuan ini sangat membantu menopang kegiatan usaha ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (rdk)
