e-berita.com, Bolmong – Tim gabungan pencarian dan pertolongan (SAR) menghentikan sementara operasi pencarian korban longsor di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Bolingongot, tepatnya di area yang dikenal dengan sebutan “Lokasi Patung”, Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) pada Jumat (26/06/2026) pukul 24.00 WITA.
Penghentian sementara dilakukan karena kondisi medan yang semakin berbahaya dan proses pencarian telah memasuki area turunan tebing yang curam.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow, Chandra Mokoginta mengatakan, keputusan menghentikan pencarian diambil demi keselamatan seluruh personel yang terlibat di lapangan.
“Pencarian untuk hari ini dihentikan sementara karena titik pencarian sudah memasuki area tebing yang curam. Pandangan operator alat berat juga sangat terbatas sehingga berisiko bagi keselamatan tim. Operasi pencarian akan dilanjutkan kembali pada Sabtu, 27 Juni 2026,” ujar PltKepala BPBD Bolmong, Chandra Mokoginta.
Meski demikian, tim gabungan memperoleh perkembangan penting dalam proses pencarian. Pada Jumat malam, petugas menemukan dua unit telepon genggam di titik yang sama.
Satu di antaranya diketahui merupakan milik rekan korban yang sebelumnya berhasil selamat dari peristiwa longsor tersebut, sementara satu ponsel lainnya diduga milik salah satu korban asal Gorontalo.
Temuan tersebut menjadi petunjuk baru bagi tim pencarian untuk mempersempit area pencarian korban yang masih tertimbun material longsor.
“Dengan adanya tanda-tanda tersebut, pagi ini tim SAR, BPBD, TNI, Polri dan keluarga korban akan melakukan pencarian secara manual sebelum alat berat kembali dioperasikan. Kondisi medan yang curam dan labil sangat membahayakan keselamatan tim jika dipaksakan menggunakan alat berat,” katanya.
Hingga Sabtu pagi, dua korban yang diketahui berasal dari Gorontalo dan Desa Wineru masih belum ditemukan. Tim gabungan terus berupaya melakukan pencarian dengan mengutamakan keselamatan personel di lapangan.
Pemerintah daerah dan tim pencarian juga mengharapkan dukungan doa dari seluruh masyarakat agar proses evakuasi berjalan lancar dan seluruh korban yang masih hilang dapat segera ditemukan.
“Mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar korban segera ditemukan dan proses pencarian dapat berjalan dengan aman,” pintanya. (rdk)
