e-berita.com, Bolmong – Bersama Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulawesi Utara (Sulut) Ferry Tassy, SH, M.H, M.Si, Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Yusra Alhabsyi, SE, M.Si memantau atau melakukan monitoring pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Lolak, Selasa (09/6/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kotamobagu, Tasrifin Muljana serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bolmong, I Ketut Kolak. Monitoring dilakukan untuk memastikan program strategis nasional tersebut berjalan sesuai ketentuan, mulai dari kualitas makanan, nilai gizi, hingga mekanisme pendistribusiannya kepada para siswa.
Dalam kunjungan itu, rombongan meninjau langsung proses pembagian makanan, memeriksa komposisi menu yang disajikan, serta berdialog dengan para siswa guna mengetahui tingkat penerimaan dan manfaat program tersebut di lapangan.
Berdasarkan hasil pemantauan awal, menu yang disediakan dinilai telah memenuhi kebutuhan dasar gizi, khususnya dari aspek karbohidrat dan protein. Namun demikian, masih terdapat sejumlah catatan yang perlu menjadi perhatian untuk penyempurnaan kualitas makanan ke depan.
Kepala Dinas Kesehatan Bolmong, I Ketut Kolak, mengatakan bahwa secara umum komposisi menu telah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Meski begitu, pihaknya menemukan perlunya peningkatan pada kandungan serat agar kebutuhan gizi siswa dapat terpenuhi secara lebih optimal.
“Secara umum kebutuhan karbohidrat sudah terpenuhi. Namun, untuk asupan serat masih perlu ditingkatkan karena ukuran buah yang disajikan relatif kecil. Ini menjadi bahan evaluasi agar kualitas menu semakin baik dan sesuai dengan standar gizi yang diharapkan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Yusra Alhabsyi menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow dalam mendukung penuh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.
Menurut Yusra, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari tersalurkannya makanan kepada siswa, tetapi juga dari kualitas gizi yang mampu menunjang tumbuh kembang serta meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik.
“Program ini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Karena itu, kualitas menu maupun mekanisme pelaksanaannya harus terus dievaluasi dan disempurnakan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para siswa,” kata Yusra.
Di kesempatan yang sama, Wakajati Sulawesi Utara Ferry Tassy menjelaskan bahwa kegiatan monitoring lapangan merupakan bagian dari upaya pengawasan terhadap pelaksanaan program strategis nasional agar berjalan sesuai regulasi dan tepat sasaran.
Ia menegaskan bahwa pengawasan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek administrasi dan penggunaan anggaran, tetapi juga menyentuh kondisi riil di lapangan, termasuk kualitas makanan yang diterima siswa serta efektivitas pelaksanaan program.
“Kami ingin memastikan bahwa program yang menjadi perhatian pemerintah ini benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat. Oleh karena itu, pengawasan dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi administrasi maupun pelaksanaannya di lapangan,” ungkap Ferry.
Melalui kegiatan monitoring tersebut, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow bersama jajaran Kejaksaan berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat terus ditingkatkan kualitasnya sehingga mampu memenuhi kebutuhan gizi para pelajar secara optimal sekaligus mendukung terwujudnya generasi muda yang sehat dan berkualitas. (rdk)
