Sebanyak 601 Jiwa Terdampak Banjir Bandang di Kecamatan Bolaang

e-berita.com, Bolmong – Bencana banjir bandang menerjang empat desa di Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), setelah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur wilayah tersebut selama sepekan terakhir dan mencapai puncaknya pada Rabu (27/5/2026).

Empat desa yang terdampak yakni Desa Solimandungan I, Desa Solimandungan II, Desa Solimandungan Baru, dan Desa Komangaan. Luapan Sungai Botuk disertai material kayu dan lumpur menyebabkan air merendam permukiman warga dengan ketinggian bervariasi antara 1 hingga 1,5 meter.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana tersebut mengakibatkan ratusan warga terdampak dan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan.

Berdasarkan data sementara hasil kaji cepat dsari BPBD Bolmong, total terdapat 134 unit rumah terdampak dengan jumlah 181 kepala keluarga atau 601 jiwa. Rinciannya, Desa Komangaan sebanyak 11 rumah terdampak dengan 14 KK atau 48 jiwa. Desa Solimandungan I sebanyak 19 rumah dengan 24 KK atau 89 jiwa, termasuk 11 balita dan enam lansia.

Sementara itu, Desa Solimandungan II menjadi wilayah paling parah terdampak dengan 103 rumah, 142 KK dan 460 jiwa terdampak, termasuk 44 balita, 50 lansia, dan tiga ibu hamil. Selain itu, tercatat dua rumah rusak berat, dua rumah rusak sedang, dan delapan rumah rusak ringan, dengan kerusakan dominan pada bagian dapur rumah warga. Sedangkan di Desa Solimandungan Baru tercatat satu rumah terdampak yang dihuni satu kepala keluarga dengan empat jiwa.

Selain permukiman warga, sejumlah fasilitas umum turut terdampak, di antaranya Masjid An-Nur Solimandungan II, SDN 2 Solimandungan II, kantor desa, pustu, hingga gedung taman kanak-kanak.

Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow bergerak cepat melakukan penanganan pascabencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Dinas PUPR untuk pembersihan material kayu dan lumpur yang menutup aliran sungai menggunakan alat berat. Pemerintah daerah turut menggandeng Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Utara guna meminta dukungan tangki air bersih dan tandon portable, serta berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I untuk normalisasi sungai.

Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi, mengatakan pemerintah daerah fokus pada penanganan cepat serta pemulihan kondisi masyarakat terdampak banjir bandang.

“Pemerintah daerah akan terus hadir bersama masyarakat. Penanganan darurat, pembersihan lumpur, distribusi bantuan, hingga normalisasi sungai menjadi prioritas utama saat ini. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu warga terdampak agar aktivitas masyarakat dapat segera pulih,” ujar Yusra.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, ASN, relawan, organisasi masyarakat hingga wartawan yang turun langsung membantu proses penanganan di lapangan.

Saat ini kondisi banjir telah surut, namun menyisakan tumpukan lumpur dan sampah di sejumlah titik permukiman warga. Seluruh ASN dan PPPK di lingkungan Pemkab Bolmong melaksanakan kerja bakti yang dipimpin langsung oleh Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta pimpinan OPD.

Unsur TNI dan Polri, termasuk personel Polres Bolmong, Polda Sulut, dan Brimob, turut membantu proses pembersihan lumpur dan material banjir. Warga setempat juga mulai membersihkan rumah masing-masing secara mandiri.

Dalam proses penanganan bencana, sejumlah sarana dan prasarana telah dikerahkan, di antaranya lima unit excavator, delapan dump truck, dua unit mobil pemadam kebakaran, satu unit water cannon, dua unit tangki air, serta armada rescue BPBD.

Meski demikian, petugas masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama tebalnya lumpur dan tumpukan kayu serta sampah yang terbawa banjir bandang. Selain itu, akses jalan menuju permukiman warga juga menyulitkan alat berat masuk ke lokasi terdampak.

Adapun kebutuhan mendesak bagi warga terdampak saat ini meliputi makanan siap saji, alat kebersihan, pakaian layak pakai, perlengkapan tidur, perlengkapan dapur, hingga kebutuhan bayi.

Penanganan bencana melibatkan berbagai unsur, di antaranya TRC BPBD, TNI/Polri, Dinas Sosial, Dinas PUPR, Satpol PP dan Damkar, PLN, BWS Sulawesi I, ASN dan PPPK Pemkab Bolmong, Wapena Bolmong, pemerintah kecamatan dan desa, GP Ansor, Banser, serta masyarakat setempat.(rdk)

Exit mobile version