21 JCH Bolsel Resmi Dilepas, Bupati Serahkan Uang Saku dan Fasilitas Perjalanan

e-berita.com, Bolsel — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menunjukkan komitmennya dalam mendukung kelancaran ibadah haji warganya. Sebanyak 21 jamaah calon haji (JCH) menerima bantuan uang saku sebesar Rp1,5 juta per orang dalam acara pelepasan resmi yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama Bolsel, Rabu (29/4/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Iskandar Kamaru bersama Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid. Tak hanya uang saku, pemerintah daerah juga memfasilitasi transportasi bus dan konsumsi bagi para jamaah selama perjalanan menuju Kota Manado, yang menjadi titik keberangkatan selanjutnya.
Dalam sambutannya, Bupati Iskandar menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental selama menjalani rangkaian ibadah haji yang dikenal padat dan menguras energi.
“Perjalanan ke Tanah Suci adalah perjalanan panjang dengan jadwal ibadah yang padat. Saya mengimbau bapak dan ibu untuk terus menjaga kesehatan. Target utama kita di sana adalah fokus beribadah,” ujarnya.
Menariknya, dalam momen penuh haru tersebut, Bupati Iskandar juga menitipkan harapan khusus kepada para jamaah. Ia meminta agar para calon haji turut mendoakan kemajuan dan keselamatan daerah saat berada di tempat-tempat mustajab di Tanah Suci.
“Di tempat yang mustajab nanti, saya menitipkan doa untuk daerah kita, Bolaang Mongondow Selatan. Mohon doakan agar daerah ini dijauhkan dari segala bala bencana dan kesulitan, serta selalu dilimpahkan rezeki oleh Allah SWT,” tuturnya.
Para jamaah dijadwalkan akan bertolak menuju Manado pada Jumat pekan ini sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi. Rombongan diperkirakan tiba di Madinah pada 3 Mei 2026.
Acara pelepasan ini turut dihadiri Ketua TP-PKK Bolsel Ny. Hj. Selpian Kamaru Manoppo, Kepala Kantor Kementerian Agama Bolsel H. Muh. Thaib Mokobombang, unsur Forkopimda, pejabat tinggi pratama Pemda, serta keluarga jamaah yang mengantar dengan suasana haru dan penuh doa.
Momentum ini tidak hanya menjadi seremoni pelepasan, tetapi juga cerminan kepedulian pemerintah daerah terhadap warganya yang akan menunaikan rukun Islam kelima, sekaligus harapan besar yang dititipkan bagi kemajuan daerah. (rdk)



