e-berita.com, Lombok — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap temuan benda laut yang diduga sebagai drone bawah air atau unmanned underwater vehicle (UUV) milik negara asing di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (06/04/2026).
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispen AL) Laksamana Pertama Tunggul menegaskan, perangkat tersebut kini telah diamankan dan berada dalam penguasaan TNI AL untuk keperluan investigasi lebih lanjut.
“TNI AL melalui tim ahli dari satuan terkait segera melakukan pemeriksaan mendalam dan identifikasi teknis guna mengetahui asal-usul, fungsi, serta data yang mungkin tersimpan dalam perangkat tersebut,” ujar Tunggul, Selasa (7/4/2026).
Hingga saat ini, TNI AL belum dapat memastikan negara asal maupun tujuan operasional dari benda tersebut. Proses analisis masih berlangsung untuk mengungkap kemungkinan adanya aktivitas pemantauan atau pengumpulan data secara ilegal di wilayah perairan Indonesia.
Tunggul menegaskan, TNI AL akan terus menjalankan mandatnya sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan dan keamanan laut nasional. Pihaknya juga tidak akan mentoleransi aktivitas pihak asing yang melakukan operasi tanpa izin di wilayah yurisdiksi Indonesia.
“TNI AL berkomitmen penuh menjaga kedaulatan laut Negara Kesatuan Republik Indonesia dari segala bentuk aktivitas tanpa izin, termasuk penggunaan perangkat bawah laut oleh pihak yang tidak berkepentingan,” tegasnya.
Perangkat yang diduga drone bawah laut tersebut telah dievakuasi ke Pangkalan TNI AL (Lanal) Mataram. Saat ini, benda tersebut berada dalam pengamanan ketat Polisi Militer setempat sambil menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.
Sejauh ini, belum ada pihak yang mengklaim kepemilikan atau memberikan klarifikasi terkait perangkat tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, TNI AL menyampaikan apresiasi kepada para nelayan di wilayah Lombok yang dinilai sigap dan proaktif dalam melaporkan temuan tersebut.
“TNI Angkatan Laut memberikan apresiasi tinggi kepada nelayan setempat atas koordinasi yang baik dan respons cepat dalam melaporkan benda mencurigakan di perairan Selat Lombok,” kata Tunggul.
Peran aktif masyarakat pesisir dinilai menjadi elemen penting dalam mendukung sistem pengawasan wilayah laut Indonesia, terutama dalam mendeteksi potensi ancaman sejak dini. (***)
