e-berita.com, Bolmong — Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Utara, Yusra Alhabsyi, menyayangkan sikap sejumlah massa aksi yang menuntut Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling untuk mundur dari jabatannya.
Menurut Yusra yang juga menjabat sebagai Bupati Bolaang Mongondow ini jika, pasangan Yulius Selvanus Komaling dan Victor Mailangkay merupakan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara terpilih melalui proses demokrasi yang sah pada Pilkada serentak 2024.
Ia menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat dijamin oleh undang-undang, namun tuntutan agar kepala daerah mundur dinilai berlebihan dan tidak memiliki dasar hukum maupun politik yang kuat.
“Menyampaikan aspirasi silakan, karena itu dilindungi undang-undang. Namun jika sudah meminta gubernur dan wakil gubernur mundur atau dicopot dari jabatan, itu berlebihan dan tidak memiliki dasar yang kuat,” ujar Yusra dalam keterangannya.
Yusra mengajak masyarakat Sulawesi Utara untuk memberikan kesempatan kepada kepemimpinan baru dalam menyelesaikan berbagai persoalan daerah.
Ia menilai, tantangan yang dihadapi Pemerintah Provinsi saat ini tidak ringan, mulai dari keterbatasan anggaran hingga persoalan yang merupakan warisan dari pemerintahan sebelumnya.
“Kita tahu bersama, kepemimpinan saat ini baru berjalan sekitar satu tahun dengan berbagai keterbatasan, termasuk efisiensi anggaran. Ada banyak persoalan yang harus diurai dan dicarikan solusi,” katanya.
Sebagai salah satu pimpinan partai pengusung pasangan tersebut pada Pilkada 2024, Yusra juga mengajak masyarakat untuk tetap memberikan dukungan dan kepercayaan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur dalam membangun Sulawesi Utara ke arah yang lebih baik.
Ia berharap stabilitas politik dan dukungan publik dapat membantu pemerintah daerah fokus pada penyelesaian masalah serta percepatan pembangunan di wilayah tersebut. (***)
