e-berita.com, Bolmong – Genap satu tahun kepemimpinan Yusra Alhabsyi dan Dony Lumenta di Kabupaten Bolaang Mongondow, sejumlah capaian mulai terlihat. Pasangan yang dikenal dengan jargon “Bolmong JUARA (Maju dan Sejahtera)” itu memulai masa tugasnya dengan ritme kerja cepat sejak dilantik Presiden pada 20 Februari 2025, usai memenangkan Pilkada 2024, meski dihadapkan dengan tantangan kebijakan efisiensi anggaran.
Dari ruang-ruang birokrasi hingga pelosok desa, arah kebijakan keduanya tampak menitikberatkan pada pembenahan sistem pemerintahan dan penguatan pelayanan publik. Reformasi birokrasi menjadi langkah awal—penegakan disiplin aparatur sipil negara (ASN), penataan tata kelola yang adaptif, serta komitmen pada prinsip profesional, akuntabel, dan transparan.
Investasi SDM: Beasiswa hingga Kampus Moderasi
Di sektor sumber daya manusia, Yusra–Don mengakselerasi kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, baik skala lokal maupun nasional. Salah satu terobosan yang menyita perhatian adalah program beasiswa ke China bagi putra-putri daerah berprestasi melalui kolaborasi dengan perusahaan semen asal Tiongkok, PT Conch.
Kemudahan akses pendidikan juga diwujudkan melalui pengaktifan kembali bus sekolah di sejumlah wilayah. Armada ini melayani antar-jemput siswa dari rumah ke sekolah dan sebaliknya—kebijakan yang disambut positif masyarakat karena meringankan beban transportasi keluarga.
Langkah strategis lainnya adalah kehadiran kampus berbasis moderasi beragama di Bolmong. Melalui kolaborasi antara IAIN dan IAKN Manado, pembangunan Kampus Moderasi Beragama diresmikan pada 25 Desember 2025 dan dihadiri langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Kehadiran kampus ini diharapkan menjadi pusat pengembangan wacana keagamaan yang inklusif dan kontekstual di wilayah Bolaang Mongondow Raya.
Dalam waktu dekat, pemerintah daerah juga menyiapkan Sekolah Rakyat sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Infrastruktur Desa hingga Wajah Kota
Di sektor infrastruktur, pembangunan jalan usaha tani sepanjang 35 kilometer melalui skema swakelola kelompok tani menjadi salah satu program unggulan. Sejumlah peningkatan jalan dan jembatan juga dilakukan untuk membuka konektivitas antarwilayah.
Perhatian terhadap fasilitas umum terlihat dari pengaktifan kembali lampu penerangan di Jalur Dua Lolak yang sempat padam hampir dua tahun. Kini, ruas jalan tersebut kembali terang, meningkatkan rasa aman dan kenyamanan warga. Penerangan juga dipasang di sejumlah persimpangan serta fasilitas olahraga agar ruang publik tetap hidup pada malam hari.
Penataan taman di pusat ibu kota kabupaten menjadi simbol wajah baru daerah. Di saat yang sama, pembangunan gedung perkantoran pemerintah dilakukan untuk menggantikan kantor yang sebelumnya masih menempati rumah sewa warga—langkah yang dinilai memperkuat citra pelayanan publik yang lebih representatif.
Pertanian, Transportasi, dan Peluang Kerja
Komitmen pada swasembada pangan ditunjukkan melalui penyaluran bantuan bagi kelompok tani, mulai dari benih hingga alat dan mesin pertanian (alsintan). Program ini diharapkan mendorong produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
Bahkan, dalam upaya memperluas pasar komunitas unggulan pertanian di kabupaten setempat, Yusra-don membuka keran investasi. Dan hal itu terbukti menarik investor asal Jepang yang tertarik pada hasil pertanian Kakao di daerah setempat.
Di sektor transportasi, Pemerintah Kabupaten Bolmong menjalin kerja sama dengan Lion Air untuk mengoptimalkan operasional Bandar Udara Lolak. Kehadiran moda transportasi udara yang lebih ekonomis diproyeksikan membuka akses investasi dan mobilitas masyarakat.
Sementara itu, pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi jawaban atas kebutuhan tenaga kerja terampil. Fasilitas ini dirancang untuk membekali pencari kerja dengan keterampilan praktis agar siap bersaing di dunia industri atau bahkan menciptakan usaha mandiri.
Tekan Stunting, Raih Penghargaan Pendidikan
Dalam bidang kesehatan, prevalensi stunting di Bolmong berhasil ditekan hingga 19,3 persen—di bawah rata-rata nasional. Atas capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Bolmong menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Prestasi juga datang dari sektor pendidikan melalui ajang Mapalus Pendidikan 2025. Di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Utara, Pemkab Bolmong meraih penghargaan dan nominasi di lima kategori, termasuk Sekolah dengan Pelaksana Revitalisasi Terbaik yang diraih SMP Negeri 1 Lolak, serta penghargaan bagi pemerintah daerah dengan Tim Penjamin Mutu Pendidikan Daerah Terbaik.
Arah yang Masih Berproses
Satu tahun tentu bukan waktu yang panjang untuk mengukur seluruh dampak kebijakan. Masih ada wilayah yang menanti sentuhan pembangunan. Namun, refleksi tahun pertama Yusra–Don menunjukkan pendekatan kerja berbasis aksi nyata—mulai dari pembenahan tata kelola, penguatan SDM, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan pelayanan publik.
Pemerintah daerah menegaskan pembangunan akan dilaksanakan secara bertahap dan merata. Targetnya jelas: memastikan tidak ada satu pun wilayah di Bolaang Mongondow yang tertinggal dalam arus kemajuan. (***)
