e-berita.com, Bolmut – Abrasi pantai selama lebih dari satu dekade terus menghantui Desa Busisingo Utara, Kecamatan Sangkub, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).
Gelombang laut yang semakin kuat setiap tahun telah menggerus garis pantai dan mengancam permukiman dan laham pertanian warga yang berada di wilayah pesisir.
Syahrir Hassan, Kepala Desa setempat mengungkapkan bahwa abrasi mulai terasa sekitar sepuluh tahun lalu dan kondisinya semakin parah dalam lima tahun terakhir.
Sepanjang satu dekade terakhir kata Syahrir,Ratusan pohon kelapa milik warga telah tumbang.
Menurutnya, hingga saat ini,abrasi telah menggerus 30 Meter daratan dari titik acuan ke tepi Pantai. Abrasi juga telah membentang sepanjang 1000 meter garis pantai,” ungkap Kepala Desa Busisingo Utara disela-disela kunjungan Bupati dan dan Wabup Bolmut di lokasi abrasi, Kamis (8/1/2026).
Menurutnya lagi, Abrasi tidak hanya mengancam tempat tinggal, tetapi juga berdampak pada mata pencaharian sejumlah warga desa setempat yang berprofesi sebagai nelayan.
“Gelombang besar dan rusaknya garis pantai membuat aktivitas melaut menjadi semakin sulit dan berisiko,”ujarnya.
Syahrir Hassan mengaku bahwa,Pemerintah desa telah berulang kali menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah daerah melalui forum Musrembang Kecamatan dan Reses Anggota DPRD Bolmut, Namun hingga kini belum ada penangan yang bersifat jangka pendek.
Kepala Desa Busisingo Utara berharap adanya perhatian serius dari pemerintah kabupaten dan provinsi untuk membangun penahan ombak permanen. Menurutnya, tanpa penanganan yang tepat, abrasi dikhawatirkan akan terus meluas dan mengancam keberlangsungan desa di masa mendatang.
“Kami berharap ada solusi jangka panjang agar desa kami tidak terus terkikis oleh laut,” tutupnya.(RHB)
