e-berita.com, Bolmut – Ketersediaan gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram di sejumlah wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) khususnya di Kecamatan Bintauna dan Sangkub dilaporkan langka dalam sepekan terakhir.
Kondisi ini membuat banyak warga mengeluh karena kesulitan memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari.
“So satu Minggu ini Pe susah dapat Gas (Sudah sepekan terakhir susah dapat Gas,”beber salah satu warga Sangkub,Minggu (28/12/2025).
Warga lain juga mengaku harus mendatangi beberapa pangkalan dan pengecer untuk mendapatkan gas LPG. Namun, stok sering kali kosong.
“Di pangkalan kosong,diwarung juga sulit sekali dan jika tersedia, harganya melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Hal ini dirasakan memberatkan,”ujar warga Bintauna saat bersua dengan awak media ini,Sabtu (27/12/2025).
Kelangkaan gas LPG tersebut juga berdampak pada pelaku usaha kecil, seperti pedagang makanan dan warung makan, yang mengandalkan gas LPG sebagai bahan bakar utama. Beberapa di antaranya terpaksa mengurangi aktivitas usaha akibat keterbatasan pasokan.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk menormalkan distribusi gas LPG di Bolmut. Mereka juga meminta adanya pengawasan ketat agar tidak terjadi penimbunan yang memperparah kelangkaan di lapangan.(RHB)
