Jelang Muscab IKA-PMII, Nama Arfan Jafar Mencuat Masuk Radar Bakal Calon Ketua

e-berita.com, Bolsel — Jelang Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan pada 19 Desember 2025, satu nama yang mencuri perhatian adalah Arfan Jafar.

Sosok birokrat muda, progresif, dan aktif ini semakin santer disebut sebagai kandidat kuat yang bakal turut bertarung dalam pemilihan ketua organisasi alumni berlatar belakang gerakan mahasiswa terbesar tersebut.

Arfan Jafar dikenal luas di lingkungan alumni PMII sebagai figur visioner yang berpikir maju dan cepat beradaptasi dengan perubahan. Karakter kepemimpinannya digambarkan tegas, komunikatif, dan memberdayakan kombinasi yang selama ini melekat pada kiprahnya sejak masih aktif sebagai kader PMII hingga menapak di jenjang birokrasi.

Jejak karier Arfan terbilang impresif. Dalam usia relatif muda, ia telah mencicipi perjalanan birokrasi dari bawah hingga ke strata jabatan menengah–atas. Ia memulai karier dari jabatan eselon IV, kemudian menanjak ke jabatan eselon III, sebelum akhirnya dipercaya duduk pada kursi strategis sebagai pejabat eselon II.

Saat ini, Arfan Jafar menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolsel, sebuah instansi vital yang menuntut ketangguhan manajerial, respons cepat dalam penanganan bencana, serta kemampuan koordinasi lintas lembaga. Di lingkungan BPBD, kepemimpinannya dikenal enerjik dan responsif, terutama dalam memperkuat mitigasi bencana berbasis komunitas.

Sejumlah pegawai dan rekan birokrat menyebut Arfan sebagai sosok yang “berpikiran maju namun tetap membumi”. Ia kerap mendorong inovasi di internal OPD, termasuk digitalisasi laporan kedaruratan dan perbaikan sistem koordinasi antara desa dan pemerintah daerah.

Masuknya nama Arfan dalam bursa calon ketua IKA-PMII Bolsel tak lepas dari dorongan para alumni muda dan kader yang melihatnya sebagai representasi “generasi perubahan”. Mereka menilai IKA-PMII membutuhkan figur yang mampu membawa organisasi alumni keluar dari pola lama menuju arah yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.

Arfan dinilai mampu menghubungkan tiga kekuatan besar, yakni Pengalaman organisasi yang ditempa sejak di PMII, Jejaring profesional di birokrasi daerah, dan Semangat progresif yang menjadi ciri khasnya sebagai kader gerakan.

Beberapa alumni menyebut Arfan memiliki visi memperkuat kontribusi IKA-PMII terhadap pembangunan daerah, termasuk pemberdayaan alumni muda, kolaborasi lintas sektor, dan peningkatan peran sosial-keagamaan di masyarakat.

Selain dikenal progresif, Arfan juga dikenal memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Ia kerap terlibat langsung dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, baik dalam kapasitas pribadi maupun selaku Kepala BPBD. Dalam beberapa situasi darurat, Arfan terlihat turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan tepat.

Karakter kedekatan Arfan dengan masyarakat inilah yang membuat banyak pihak menilai dirinya sebagai figur yang layak memimpin IKA-PMII Bolsel pada periode mendatang.

Muscab IKA-PMII Bolsel 19 Desember 2025 diprediksi akan berlangsung hangat dan kompetitif. Munculnya nama-nama potensial seperti Arfan Jafar diyakini akan memperkaya dinamika dan memperkuat semangat regenerasi dalam tubuh organisasi.

Meski belum memberikan pernyataan resmi terkait kesiapannya maju, peluang Arfan untuk tampil sebagai salah satu kandidat paling menonjol tetap terbuka lebar. Para alumni kini menantikan sikap politiknya dalam beberapa minggu ke depan.

Jika akhirnya Arfan Jafar mengonfirmasi pencalonannya, Muscab IKA-PMII Bolsel tahun ini bisa menjadi salah satu yang paling menarik dalam satu dekade terakhir—mempertemukan generasi progresif dengan tuntutan pembaruan organisasi di era modern. (rdk)

Exit mobile version