Gotong Royong ASN dan Warga Lakukan Pembersihan Pascabanjir

e-berita.com, Bolmong – Di tengah lumpur dan sisa-sisa genangan banjir, semangat kebersamaan warga dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) tak ikut hanyut. Sejak pagi, suara sekop, sapu saling bersahutan di antara rumah-rumah yang porak poranda diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu.

Warga dan ASN tampak bergotong royong membersihkan setiap sudut rumah dari genangan lumpur bercampur bebatuan dan sisa-sisa kayu hanyut saat musibah terjadi.

Pada Selasa (04/11/2025), ratusan ASN dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolmong turun langsung ke sejumlah desa di Kecamatan Poigar. Mereka bergabung dengan warga membersihkan lumpur tebal yang menutupi lantai dan dinding rumah. Ada yang mengangkat perabotan rusak, ada pula yang menyapu halaman sambil sesekali menyemangati warga sekitar.

“Kami datang bukan hanya membawa tenaga, tapi juga semangat untuk saling menguatkan, Kami ingin warga tahu, pemerintah tidak tinggal diam, “ujar Asisten I Setda Bolmong, Deker Rompas, yang memimpin kegiatan di lapangan.

Sejak akhir pekan lalu, ASN telah diterjunkan ke berbagai titik terdampak, termasuk di Kecamatan Passi Barat. Selain membersihkan rumah, mereka membantu warga menata kembali kehidupan yang sempat terhenti sejenak karena banjir.

Bagi sebagian warga, kehadiran para ASN ini memberi harapan baru. Rahma, seorang ibu rumah tangga di Desa Mariri, mengaku terharu melihat banyak orang datang membantu tanpa pamrih.

“Kami tidak tahu harus mulai dari mana. Tapi begitu mereka datang, rasanya beban ini sedikit terangkat,” katanya sambil menyeka keringat di wajahnya.

Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi, menegaskan bahwa keterlibatan ASN dalam kegiatan kemanusiaan seperti ini adalah wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap rakyatnya.

“Ini bagian dari tanggung jawab moral kita sebagai abdi negara. Pemerintah tidak hanya hadir dengan bantuan logistik, tetapi juga dengan tenaga dan hati untuk membantu masyarakat bangkit,” ujarnya.

Semangat gotong royong itu tak hanya datang dari ASN. TNI-Polri, para relawan, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan turut terjun ke lapangan. Mereka bekerja tanpa lelah, bahu-membahu mengangkat puing, menyapu lumpur, dan mengembalikan wajah desa seperti sedia kala.

Pemerintah daerah menargetkan seluruh wilayah terdampak banjir dapat segera bersih dalam beberapa hari ke depan. Harapannya, warga bisa kembali menempati rumah mereka dalam kondisi yang lebih layak dan nyaman.

Di antara tumpukan lumpur yang mulai menipis, terlihat secercah optimisme baru tumbuh. Gotong royong bukan sekadar kerja bakti—ia menjadi simbol keteguhan dan rasa persaudaraan yang meneguhkan bahwa di Bolmong, tak ada yang dibiarkan berjuang sendirian. (**/rdk)

Exit mobile version