e-berita.com, Bolmong – Didampingi Sekertaris Daerah (Sekda) Bolaang Mongondow, Abdullah Mokoginta, Kepala Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB), Mayjen TNI (Purn) Luthfi Beta, kali ini meninjau sejumlah Desa terdampak bencana banjir di wilayah Kecamatan Passi Barat, khususnya di Desa Muntoi, Senin (03/11/2025)
Kunjungan ini untuk meninjau langsung kondisi pascabencana, sekaligus mengevaluasi faktor penyebab banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bolmong.
Dalam kesempatan itu, Kepala BNPB menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan dan mitigasi bencana di masa mendatang.
“Kita perlu memastikan penyebab utama banjir bandang ini, termasuk aktivitas di kawasan gunung yang mungkin memengaruhi aliran air. Sinergi semua pihak sangat penting untuk mencegah bencana serupa,” ujar Luthfi Beta di lokasi peninjauan.
Ia mengatakan lagi, hasil koordinasi antara Pemkab Bolmong direncanakan akan adanya bantuan pembangunan kembali rumah warga yang rusak berat akibat banjir bandang.
“Program bantuan dari BNPB tersebut akan mengalokasikan Rp60 juta per unit bagi rumah yang memenuhi kriteria kerusakan berat,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekda Bolmong, Abdullah Mokoginta menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kehadiran Kepala BNPB ke wilayah terdampak bencana alam banjir.
Abdullah mengatakan, saat ini Pemkab Bolmong masih fokus pada tahapan penanganan darurat hingga persiapan menuju rehabilitasi pascabencana.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat, kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian Kepala BNPB, salah satu putra terbaik daerah yang kini memimpin lembaga tersebut. Saat ini kami fokus pada penanganan darurat, termasuk penyediaan dapur umum yang dikelola bersama perangkat desa agar kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi,” kata Abdullah.
Lanjut Abdullah menyampaikan, dalam penanganan pascabencana, Pemkab Bolmong telah menyalurkan bantuan bahan pokok seperti beras, telur, minyak kelapa, dan bahan pangan lainnya untuk mendukung operasional dapur umum.
“Kami libatkan langsung perangkat desa karena mereka yang paling tahu kondisi masyarakatnya. Fokus kami saat ini adalah penanganan darurat, bukan pembagian bantuan per rumah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Panglima ASN di Bolmong ini turut melaporkan bahwa Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, perangkat desa, dan masyarakat juga melakukan gotong royong membersihkan fasilitas umum, seperti gereja, masjid, sekolah, dan jembatan yang sempat rusak akibat banjir.
“Alhamdulillah, beberapa fasilitas umum tersebut kini sudah dapat kembali digunakan warga,” ungkapnya.
Selain itu, Pemkab Bolmong menyalurkan bantuan tambahan berupa matras, kasur, dan suplai air bersih untuk warga yang sumurnya tercemar pascabanjir.
“Kami sudah siapkan langkah lanjutan berupa pembersihan sumur dan suplai air bersih ke desa-desa terdampak. Pemerintah juga akan menyiapkan usulan ke kementerian terkait untuk mendukung tahap rehabilitasi,” tambah Mokoginta.
Dengan sinergi antara Pemerintah pusat, Pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Bolaang Mongondow dapat berjalan cepat dan merata, sehingga warga yang terdampak dapat kembali beraktivitas dengan normal.
Dalam kunjungan tersebut, turut hadir, Asisten I dan II Setda Bolmong, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat, serta tokoh masyarakat di wilayah setempat. (**/rdk)
