e-berita.com, Bolsel – Senin malam (20/10/2025) menjadi malam penuh kepanikan bagi warga Desa Toluaya, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Di tengah langit yang mulai gelap, api tiba-tiba membumbung tinggi dari sebuah rumah yang diketahui milik Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolsel, Nur Gobel.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 19.00 WITA sontak menggemparkan warga sekitar. Api menjalar dengan cepat, menjilat dinding dan atap rumah, menimbulkan kepulan asap pekat yang mengepul di atas pemukiman.
Dalam waktu singkat, kobaran api mengancam rumah-rumah di sekitarnya, membuat warga harus bertindak cepat menyelamatkan barang berharga dan memastikan anggota keluarga aman.
Tidak ada yang menyangka, rumah seorang pejabat yang sehari-hari berperan dalam penanganan bencana justru menjadi korban dari musibah yang sama. Nur Gobel, yang biasanya berdiri di garda terdepan dalam setiap situasi darurat, kali ini berdiri di antara puing-puing rumahnya sendiri—terpukul, namun tetap tegar.
Begitu informasi kebakaran tersebar, regu pemadam kebakaran dari Satpol PP dan Damkar Bolsel segera dikerahkan ke lokasi. Mereka bekerja sama dengan aparat TNI, Polri, dan masyarakat sekitar untuk memadamkan api yang terus membesar.
Semangat gotong royong dan solidaritas warga terlihat jelas malam itu. Ember, selang, dan alat seadanya bergantian digunakan untuk membantu proses pemadaman, sembari petugas profesional mengarahkan upaya pemadaman yang lebih terorganisir.
Suara sirene kendaraan damkar bersahut-sahutan dengan suara panik warga. Namun di tengah situasi genting itu, satu hal terasa kuat: kebersamaan.
Tidak lama setelah kejadian, Bupati Bolaang Mongondow Selatan, H. Iskandar Kamaru, SPt, MSi, datang langsung ke lokasi kebakaran. Ia menembus kerumunan warga, menyapa satu per satu petugas dan korban terdampak. Kehadiran beliau bukan sekadar simbolik melainkan bentuk nyata kepedulian dan empati di tengah bencana.
“Ini bukan hanya soal kehilangan harta benda, tapi juga soal luka batin dan rasa trauma. Kami dari pemerintah daerah akan pastikan semua bantuan darurat segera diturunkan dan korban mendapat perhatian penuh,” ujar Bupati Iskandar dengan nada tenang namun tegas.
Ia juga memerintahkan jajaran terkait di lingkungan Pemkab Bolsel untuk segera mengoordinasikan penanganan pasca-kebakaran, termasuk bantuan logistik dan tempat tinggal sementara bagi korban.
Berkat kerja keras semua pihak, api berhasil dipadamkan sepenuhnya beberapa jam setelah kejadian. Tidak ada korban jiwa dilaporkan, namun kerugian materi diperkirakan cukup besar. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Nur Gobel, yang selama ini dikenal sebagai figur hangat dan berdedikasi dalam tugas, menerima banyak simpati dari rekan sejawat dan warga. Di tengah air mata yang sesekali jatuh, ia tetap menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu.
“Ini berat, tapi saya percaya Tuhan punya rencana. Yang penting tidak ada nyawa yang hilang. Terima kasih untuk semua yang sudah membantu kami malam ini,” ucapnya lirih, seraya menggenggam tangan salah satu petugas pemadam.
Musibah ini kembali mengingatkan kita semua bahwa bencana bisa datang kapan saja, menimpa siapa saja—bahkan mereka yang sehari-hari berdiri di garis depan penanggulangan.
Namun, di balik kepedihan, ada kekuatan luar biasa yang lahir dari solidaritas, kepemimpinan yang hadir di lapangan, dan semangat gotong royong masyarakat.
Kebakaran di Toluaya menjadi penginggat bagi kita untuk tetap mawasdiri, agar musibah serupa dapat dihindari. Semoga tidak ada lagi kejadian serupa dimasa mendatang. (**/rdk)
